Tuesday, September 29, 2015

Blogging and Reading Slump


Akhir-akhir ini, banyak teman-teman BBI yang mengaku bahwa mereka sedang dalam masa slump. Kalau untuk aku, masa slump ini berarti rendahnya mood aku buat baca dan juga buat blogging.

Reading slump bisa disebabkan karena bosan. Yep. Seorang avid reader juga bisa bosan, guys! Aku mulai merasa bosan dengan genre yang kubaca, tapi malas buat mencoba genre baru.

Tahun 2015 ini, aku mulai mencari-cari cerita romance dengan bumbu yang edgy, gritty, dan tidak biasa, bahkan bisa dibilang kontroversial. Mulai dari tokoh yang tidak sempurna, tema yang unusual (perbudakan, perdagangan manusia, dll), sampai masalah sex kink. Tapi, sejak pertengahan tahun, aku tiba-tiba berhenti membaca buku baru. Entah kenapa, aku kembali ke pelukan buku-buku lama yang dulu merupakan comfort zone aku. Contohnya nih, akhir-akhir ini aku membaca ulang Kristen Ashley, Nalini Singh, bahkan membaca ulang serial In Death! Terkadang, aku membaca buku yang baru dan memang kuminati. Tapi bisa dibilang, mood baca aku pada pertengahan tahun terjun bebas. Sebagian karena aku harus pergi KKN dan jauh dari buku, sebagian karena aku masih merasa ragu buat mencoba buku baru.

Selain reading slump, aku juga sedang mengalami blogging slump. Alias kondisi malas blogging. Ada yang bilang, diingat-ingat lagi alasan kenapa kamu blogging. Jujur saja, aku blogging karena aku ingin sharing pendapatku soal sebuah buku kepada dunia. Buatku, blogging memang tidak mendatangkan keuntungan finansial atau material. This blog I use only for fun. Nurutin mood, sebenarnya bisa saja aku jadi seorang silent reader dan hanya memposting review lewat Goodreads. Namun, aku sudah berkomitmen untuk terus blogging karena aku ingin suatu media untuk menulis. Padahal, kalau dilihat dari kuliahku sekarang, seharusnya aku selalu punya waktu untuk blogging. Apa daya, mood blogging yang sedang buruk membuatku harus menunda puluhan review buku-buku yang tahun ini kubaca. Nggak tahu juga gimana caranya menjauhkan rasa blogging slump ini, walaupun jujur saja saat ini aku memang dalam tahap jenuh bermain-main dengan blog.

Anyway, tulisan ini bukan tulisan ulasan resmi mengenai penyakit slumping ini #bikinbahasabaru
Simply karena aku cuma kepengen curhat tentang masalah yang menjangkit beberapa blogger di BBI. Yah, ngga sebut nama juga sih, haha. Menghargai privacy. Tapi seperti yang seseorang bilang, sometimes real life intervenes. Kenyataannya, memang akan ada saat dimana seseorang nggak bisa membaca sesuka hati, atau menulis review di blog setiap selesai baca. Membaca memang bisa dibuat terapi untuk kabur dari dunia nyata (escaping reality), tapi terkadang real life juga bakalan menarik kita kembali dan membuat kita tidak bisa kabur.

Yah, harapannya sih semoga penyakit ini cepat sembuh. Nggak cuma aku, tapi juga buat blogger-blogger lain yang sekarang masih masuk masa slump.

Tuesday, September 08, 2015

[Update] New Authors Reading Challenge 2015


Bulan Juli dan Agustus adalah masa-masa reading slump parah seorang Nina. Jadilah, cuma sedikit aja buku yang kubaca selama dua bulan kemarin, apalagi Agustus aku kemarin KKN.

Untuk New Author Reading Challenge, sayangnya selama dua bulan cuma ada 4 buku kategori penulis baru yang kubaca.
  1. Because You Are Mine - Beth Kery (Juli)
  2. Tears of Tess - Pepper Winters (Juli)
  3. Priest - Sierra Simone (Agustus)
  4. The Hurricane - R.J. Prescott (Agustus)

Friday, September 04, 2015

Review: The Hurricane

Judul : The Hurricane
Seri : The Hurricane #1
Author : R.J. Prescott
ASIN : B00TGNQEA2
Edisi : Kindle (Februari 2015)
Tebal : 308 halaman
Bahasa : Inggris
Genre : Adult, Contemporary Romance
Average Rating : 4.14 (per 4 September 2015)
Hotness Scale: 3/5
Tanggal Dibaca : 2 September 2015
Add to Goodreads
Note : Review untuk New Authors 2015: Ebook Lover, Ebook RC 2015, Lucky No. 15: Dream Destination (London), New To You: New Author

The Hurricane:   
Emily McCarthy is living in fear of a dark and dangerous past. A gifted mathematician, she is little more than a hollow, broken shell, trying desperately to make ends meet long enough to finish her degree.

Through an unlikely friendship with the aging, cantankerous owner of an old boxing gym, Em is thrown into the path of the most dangerous man that she has ever met.

Cormac “the Hurricane” O’Connell is cut, tattooed and dangerous. He is a lethal weapon with no safety and everyone is waiting for the mis-fire. He’s never been knocked out before, but when he meet Em he falls, HARD. Unlike any other girl he’s ever met, she doesn’t want anything from him. Just being around her makes him want to be a better person.

They are polar opposites who were never meant to find each other, but some things are just worth the fight.

***Warning*** This book contains adult language and subject matter, including some flashback scenes of abuse and rape, that may be disturbing for some readers. This book is not intended for readers under the age of 18.

Fighter memang masih posisi agak dibawah untuk kategori BBF favorit. Entah kenapa, haha. Makanya, aslinya aku rada sangsi mau baca The Hurricane. Para Roadies banyak yang memberikan favorable review, kebanyakan sih karena sisi sweet buku ini. Dan karena sejauh ini Roadies Ladies belum ada yang mengecewakanku kalau masalah romance, aku akhirnya mulai membaca.

The Hurricane. Julukan buat Cormac O'Connell. Dia bukan fighter yang terkenal secara nasional, dan ini saja buatku udah intriguing. He's still an up-and-coming fighter. Aku juga tertarik karena setting cerita ini ada di London.

Source
Emily McCarthy melarikan diri dari Cardiff, dari ayah tiri yang abusive dan ibu yang tidak peduli ketika Emily disakiti. Di London, dia bekerja sebagai pelayan sambil kuliah di jurusan matematika. Dia menangkap perhatian O'Connell, dan O'Connell pun memutuskan untuk mengejar Emily. Meskipun awalnya Emily berhati-hati dalam menjaga perasaannya, sikap dan perhatian O'Connell tak lama membuat Emily jatuh cinta padanya.

Thursday, September 03, 2015

Review: Creed

Judul: Creed
Seri: Unfinished Hero #2
ISBN13 : 9781301160822
Edisi : Ebook ( September 2012)
Penerbit : Kristen Ashley (Self-publish)
Tebal : 360 halaman
Bahasa : Inggris
Genre : Romance, Adult, Contemporary, Erotic
Average Rating : 4.18 (per 4 September 2015)
Hotness Scale: 4/5
Add to Goodreads
Baca Juga : Knight (Unfinished Hero #1)
Note : Review untuk Lucky No. 15: One Word Only, 2015 Ebook RC, Erotic Romance RC

Creed:   
Way too young, eleven year old Tucker Creed and his six year old neighbor, Sylvie Bissenette, find they have something awful in common. Creed then decides he’s going to do everything in his limited power to shield his Sylvie from her ordeal. So he does and Creed and Sylvie form a bond that grows and blossoms with their ages.

They plot to leave their lives behind, the town they live in that will hold them down and the histories they share that, unless they break free, will bury them. Sylvie goes to their special place, Creed never shows and she doesn’t see him again until it’s too late.

With Creed gone, Sylvie is forced to endure a nightmare and do the unspeakable to end it. To deal, she develops a hard shell with sharp edges that very few can break through. So when Creed again finds his Sylvie, he discovers the girl he loved is locked away and he has to find his way back into her heart without getting shredded in the process.

Creed sudah lama mendekam di timbunan, mainly karena waktu itu aku masih merasa kewalahan dengan intensitas di Knight. Tapi iseng aja, kemarin mulai mencoba nerusin serial Unfinished Hero. Serial ini punya nama yang tidak biasa, yang awalnya menarik perhatianku. Yah, suffice to say, Creed membuatku menyelesaikan Unfinished Hero :)

Kristen Ashley menjadi salah satu author favorit setelah beberapa bukunya mendapatkan tempat di hati aku. Hampir semua yang kubaca bergenre Contemporary Romance dengan bumbu erotic romance dan konflik yang aneh-aneh. Belum lagi dengan irresistible heroes yang sukses mendesak para BBF yang sudah kukumpulkan XD

We're survivors. We can carve out our pieces of happy, and, I swear to God, baby, right now you got my vow, for you and for me, the rest of our lives, I'll bust my ass to carve out our piece of happy.
-Tucker Creed, Ch. 11

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...