Saturday, September 28, 2013

RC Update: Bacaan Bulan September

Berhubung sekarang bulan September udah mau abis, dan karena weekend ini aku bakalan sibuk ngurusin beberapa hal, aku memutuskan untuk update hari ini aja. Lagian, takut kelupaan XD

Update pertama adalah


Udah lamaa banget nggak update RC yang satu ini. Bulan ini, aku cuma bisa baca 1 buku baru, Darkness Before Dawn. Tokoh utamanya, Dawn Montgomery, adalah seorang duta besar manusia untuk pemimpin vampir, dimana di dunianya, vampirlah yang berkuasa dan manusia terdesak hingga harus tinggal hanya di beberapa kota utama saja di Amerika. Dunianya nyeremin, nggak kayak Guild Hunter atau The Hunger Games. Di dunia Dawn, manusia tidak bisa tinggal di luar dinding kota karena terlalu berbahaya dan vampir malah merajalela. Selain Dawn, aku juga ngebaca ulang Jane. Ceritanya Jane katanya sih mirip Jane Eyre. Jane Moore bekerja di estate Nico Rathburn, seorang bintang rock, untuk menjadi babysitter anak Nico, Maddie. Ceritanya romantis-aneh sih, tapi karena iseng aja kehabisan buku, ya udah deh :)

Kemudian, RC kedua adalah *jreng jreng jreng jreng*


Untuk RC yang ini, aku fokusnya ke J. D. Robb karena terlanjur kesengsem sama serial In Death. Dan lagi, In Death adalah satu dari sekian sedikit buku detektif yang nggak bikin aku eneg bacanya. Total bulan ini ada 5 dari seri In Death yang kubaca. Yang pertama adalah Innocent in Death (In Death #24), Eternity in Death (In Death #24.5), Creation in Death (In Death #25), Strangers in Death (In Death #26), dan Salvation in Death (In Death #27). Dari kelima buku ini, favoritku adalah Innocent in Death. Kenapa? Baca di sini yaa ;)

BTW, nggak kerasa ya tahun 2013 tinggal tersisa 3 bulan. Berarti hanya tiga bulan untuk menyelesaikan sisa In Death dan RC-RC lainnya #wistful

Thursday, September 26, 2013

Kata Kate Daniels...

Iseng-iseng barusan main ke website Ilona Andrews, eh siapa tahu Clean Sweep udah diupdate. Ternyata, pffft. Sejak bulan Mei masih aja belum diupdate! #geregetan
Every week, my butt.
Karena udah terlanjur kesengsem sama Sean dan Dina, jadi ya udah deh. Nunggu...mau berapa lama lagi?? #nangishisteris

Karena geregetan itulah, aku malah melanglangbuana kemana-mana, dan ketemulah something yang dinamai Find Your Place in Kate's Atlanta. Namanya aja iseng dan bosen nungguin giliran main di praktikum Anatomi Manusia, ya udah lah. Main aja. Ternyata, menurut Kate Daniels...

Pack

Pack

You are a shapeshifter of the Pack. Family is the most important thing to you. You don't trust outsiders and while you're fanatically loyal to your friends, you're courageous and aggressive and emotions tend to occasionally get the better of you. You value loyalty, obedience, restraint, and duty above all.

More about the Pack and other factions: http://kate.ilona-andrews.com/category/factions/

Which Faction do you belong to?


Haha, ternyata aku ditakdirkan menjadi bawahan Curran. Hmph. Nggak apa-apa sih, hehe. Beast Lord may be beastly and scary as hell, tapi seenggaknya nggak terlalu banyak politik seperti People atau Order.

Oke, saatnya nyari kuis gaje lagi...

Review: In Flight


Judul : In Flight
Seri : Up In The Air (buku 1)
Author : R. K. Lilley
ASIN : B009UFDW9W
Edisi : English Kindle Edition (20--) by
Genre : BDSM Contemporary, Romance, Adult
Average Rating : 4.18 (per 26 September 2013 jam 12.00 pm)

In Flight:   
When reserved flight attendant Bianca gets one look at billionaire hotel owner James Cavendish, she loses all of her hard-won composure. For a girl who can easily juggle a tray of champagne flutes at 35,000 feet in three inch heels, she finds herself shockingly weak-kneed from their first encounter. The normally unruffled Bianca can't seem to look away from his electrifying turquoise gaze. They hold a challenge, and a promise, that she finds impossible to resist, and she is a girl who is used to saying no and meaning it.

Bianca is accustomed to dealing with supermodels and movie stars in her job as a first class flight attendant, but James Cavendish puts them all to shame in the looks department. If only it were just his looks that she found so irresistible about the intimidating man, Bianca could have ignored his attentions. But what tempts her like never before is the dominant pull he seems to have over her from the moment they meet, and the promise of pleasure, and pain, that she reads in his eyes.

This book is intended for ages 18 and up.
Goodreads

"I never had a type until I met you, James. And now I suppose my type would be impossibly beautiful men with honey colored hair, turquoise eyes, and an unexplainable, perpetual tan. There wasn't any BDSM porn available with that 'type'."
Bianca, Chapter 25 - Mr. Shameless.

WARNING: Penuh adegan kipas-kipas dan BDSM. Tidak dianjurkan untuk usia dibawah 18, tidak kuat jantung, dan tidak suka sama adegan serta kata-kata eksplisit.

Maksudku kipas-kipas ini sampai pada titik saking-panasnya-sampai-harus-baca-di-depan-kipas-angin-kecepatan-full #ngaco #alay

Mungkin kemaren gara-gara baru ngebahas Fifty Shades ya, dan kebetulan juga ide BDSM kontemporer juga lagi marak di pasaran genre Amerika. Misalnya aja nih, trilogi This Man (Jodi Ellen Malpas), belum juga Crossfire, lalu ada lagi The Blackstone Affair. Kisah-kisah serupa tapi tak sama ini bener-bener menarik dan juga ada berbagai macam sisi dan dimensi cerita. Up In The Air mulanya adalah salah satu rekomendasi Goodreads setelah aku baca Crossfire. Karena aku kepengen aja ngebandingin Crossfire dan Fifty Shades dengan cerita-cerita serupa, ya aku nyari lah di internet.

In Flight, buku pertama dari serial ini, dimulai dengan penerbangan menuju New York. Bianca Karlsson adalah seorang pramugari. Bianca berusia 23 tahun, pirang dengan fitur orang Skandinavia (bapaknya Swedia), dan tentu saja, masih polos soal seksualitasnya sendiri. Bianca punya sahabat gay, Stephan, sama-sama pramugari. Bianca bertemu James Cavendish beberapa waktu sebelumnya, dan mereka ketemu lagi di penerbangan ini. James Cavendish sendiri tipe pria dominan yang tahu apa yang dia mau, dan James menginginkan Bianca. James menyatakan ketertarikannya, dan Bianca sendiri juga cukup penasaran pada James untuk menerima ajakan James 'berkencan'.

James nggak semenyebalkan Mr. Grey dalam hal sifat. James perhatian sama Bianca, emang agak cepet jengkel (yah kan dia terbiasa memerintah dan langsung diturutin), tapi nggak terlalu tertutup dan lumayan jujur sama Bianca. Aku suka sama usahanya untuk merebut hati Bianca, dimana dia berusaha untuk mengakomodasi kebutuhan Bianca dan memuaskan keinginannya sendiri. Dia sweet, agak boyish juga, tapi protektif dan posesif sekali. Kurasa keprotektifan dan keposesifan si cowok bakalan jadi highlit sifat dasar cerita-cerita kontemporer deh.

Bianca sendiri punya masa lalu yang abusif. Jadi dia nggak terlalu percaya sama James, pada awalnya, karena Bianca terbiasa bergantung hanya pada Stephan dan sikapnya agak apatis-sinis. Dia juga sering merasa insecure karena James tipe pria sukses dengan sejarah kencan yang lebih daripada Bianca sendiri. Well, dari sini agak kayak Fifty Shades lah. Seenggaknya Bianca berusaha independen dan kengototannya untuk nggak tergantung sama James patut diacungi jempol. Kedengaran keras kepala? Iya lah. Nggak seru juga kalau ceweknya gampang nyerah, hehe.

Mengenai tema BDSM, emang dalam In Flight James sudah dari awal bilang dia itu seorang Dom, jadi Bianca diharapkan untuk 'memenuhi' perannya sebagai seorang Sub di kamar. Jadi ya, adegan BDSM-nya cukup detil dan eksplisit. Tapi selain dari isu BDSM, ceritanya sendiri menarik meskipun di tengah-tengah agak membosankan (apalagi kalau udah baca Fifty/Crossfire). Aku suka aja sama background Bianca dan James, dan juga Stephan. Hubungan Bianca-Stephan yang mirip anak kembar dan Stephan yang rela melakukan apa aja untuk Bianca emang menjadi salah satu hal yang aku suka. Chemistry antara setiap tokoh, lengkap juga dengan tokoh jahatnya, semuanya bagus. Menurutku, dibandingkan Fifty, mendingan ini aja deh yang jadi film. Lebih dramatis dan thrilling :)



Thursday, September 19, 2013

Turning Nineteen #7: Fifty Shades by E. L. James



Too much? Nah, tapi aku suka banget memulai postingan bulan September pake lagunya Daughtry. Well, sekarang hari Kamis, di bulan September. Dan tanggal 19 pula. Emang udah malem, karena modem dan koneksi internetku lagi ngaco. Which means, saatnya Turning Nineteen :)

Bulan Agustus aku nggak bikin meme ini karena waktu itu lagi sibuk ngurusin masalah ospek buat mahasiswa baru. Dan karena bulan September berarti semester baru udah dimulai (udah jalan dua minggu), aku kembali ke kesibukan biasa sebagai seorang pelajar. Dan untungnya lagi, lucky lucky me, hari ini kuliahnya cuma Anatomi! Whoopee! Oke. Balik ke Turning Nineteen.

Bulan ini, aku kepengen ngebahas Fifty Shades. Mungkin beberapa dari kalian yang ngebaca ini, terutama yang nggak terlalu ngefans sama Fifty Shades, pasti langsung mengerang. Aku tahu kok, seperti Twilight, Fifty Shades nerima banyak rating bagus, dan juga rating jelek. Why Fifty Shades? Dan kenapa ada yang sukaaaaa banget sama bukunya (sampai ke titik obsesif), tapi kok bisa dinobatkan oleh Goodreads sebagai salah satu buku yang paling banyak nggak selesainya? (Berdasarkan postingan Mbak Ren)


Aku sendiri sih ngasih rating macam-macam lah untuk tiap bukunya, mungkin ngambang di antara tiga dan tiga setengah. E.L. James sendiri sempat mengakui kalau Fifty Shades itu awalnya adalah Twilight Fanfiction, tetapi karena respon pembaca cukup baik, dia merombak ceritanya dan jadilah Fifty Shades ini. Fifty Shades punya struktur cerita membingungkan, menurutku, dengan karakter yang sama-sama bikin frustrasi dan tokoh cowok yang begitu penuh enigma, agak pusing juga bacanya. BTW, bukunya cuma tiga lho, makes this one as a trilogy. Fifty Shades of Grey, adalah awal pertama si tokoh utama Anastasia Steele bertemu pria-tampan-nan-kaya-nan-seksi-dan-ternyata-kinky Christian Grey. Christian Grey emang
bukan jelmaan tokoh 'manusia' cowok favoritku (itu sih jatuhnya ke Roarke, walaupun aku gak yakin Roarke itu manusia #tepokjidatsendirikebawaRoarke), tapi dia cute juga, hehe. Di Fifty Shades Darker, Ana dan Christian berusaha untuk menjalani rintangan di depan mereka. Tambah aneh aja di buku kedua ini karena kebanyakan drama, sebenernya. Sedangkan di buku ketiga, Fifty Shades Freed, sebagai puncaknya tentu udah pada bisa nebak kan? Yup. They get married, meskipun menikah bukan berarti mereka udah bebas argumen atau bebas masalah. Malah kayaknya dramanya makin heboh.

Masalah utama buku ini sebenernya cuma satu, yaitu Anastasia yang insecure dan nggak yakin sama Christian, tapi Christian sendiri punya masalah yang sama. Mereka sama-sama berpikir kalau mereka nggak layak untuk satu sama lain. Bikin bete kan? Akhirnya ceritanya muter-muter aja dari satu problem ke problem lainnya, yang sebenarnya berakar pada kecemburuan Anastasia dan rasa takut Christian karena masa lalunya yang bebas. Mereka sama-sama berusaha untuk menjalin hubungan di tengah issue pribadi mereka, dan kadang sampai bikin yang satu jengkel banget pada yang lainnya.

Hubungan dan chemistry antara Anastasia dan Christian sendiri menurutku nggak terlalu kerasa. Kayaknya si penulis terlalu sibuk menjelaskan problem pribadi Anastasia/Christian, dan dilema yang dialami Anastasia. Kalau nggak dilema, ya Christian yang terlalu posesif lah, atau terlalu mengekang. Anastasia juga terkesan spineless. Ini lebih seperti cinta pada pandangan pertama yang agak dipaksakan, karena tiba-tiba aja Christian mengejar-ngejar Anastasia dan berusaha mendominasinya. Yah, namanya juga dia seorang Dom. Tapi Christian bahkan nggak berpura-pura untuk coba mengenal Anastasia dulu sebelum menawarkan kontraknya yang gila itu. Jujur aja, baca bagian dimana kontraknya di jelaskan panjang lebar bikin aku capek. Christian memang agak pemaksa (dan dia nggak segila, ehem, Mr. Ward dari This Man), tukang kontrol, moody, obsesif, dan semacamnya, tapi dia juga kelihatan menghargai Anastasia, mencintainya, ada sisi jailnya juga. Ada satu hal yang bikin aku risih: kebiasaannya menelengkan kepala! Dan juga tingkahnya kadang itu bisa dibilang, borderline on crazy and childish. Aduh, untuk image seorang miliuner tukang kontrol kayak dia, rasanya nggak cocok deh!

Anastasia Steele juga karakter yang nggak menarik buatku. Pertama, dia tergantung sekali sama Christian. Jarang banget dia make a stand buat dirinya sendiri. Lalu setelah beberapa bagian, aku jadi sadar Anastasia punya kepribadian ganda. Habis dia punya dirinya sendiri (saat bicara normal), lalu subconscious-nya, dan si Inner Goddess. Anastasia pribadi yang agak pendiam, sementara subconscious-nya itu pribadi yang paling bijaksana, dan Inner Goddess adalah pribadi nakalnya. Buset. Kesannya jadi nggak keren banget harus ngobrol dulu sama kepribadiannya yang lain sebelum dia memutuskan sesuatu. Ini bikin aku nggak suka.

Ada banyak sekali fakta-fakta menarik yang diungkapkan blogger lain soal Fifty Shades, yang akunya sendiri nggak nyadar, tapi setelah baca aku jadi nyadar. Silakan aja baca postingan di bawah ini.

50 Things About 50 Shades (of Grey)

Dan penulis blog Read, React, Review juga bikin postingan ini:
Fifty Alternatives to Fifty Shades of Grey

Sejauh ini, memang ada banyak buku/seri yang mirip-mirip Fifty Shades dari segi plot, dengan variasi karakter yang nggak terlalu bervariasi. Rata-rata sih featuring cowok ganteng ampun-ampunan+kaya raya+dominan di ranjang+punya masa lalu yang merusak, kemudian cewek yang agak insecure+nggak yakin sama dirinya sendiri+cantik+dan punya tendensi sebagai submissive. Wow, talking about small portion of BD in BDSM is weird for me, karena setahun lalu aku bahkan nggak akan menyentuh buku berbau BDSM. Tapi, dari semua itu, aku paling suka sama Crossfire, atau The Blackstone Affair, dimana cowoknya masih lebih sensitif dibanding Mr. Grey dan kepribadiannya masih lebih bagus. Malah di Up In The Air, yang masa lalu tokoh ceweknya, Bianca, jauh lebih hancur dari Anastasia, tapi kesannya dia malah lebih 'natural' dan apa adanya. Ada yang cowoknya lebih parah, misalnya di This Man, si Jesse jauh lebih gila dan lebih mercurial dibandingkan Mr. Grey. Oh, well.

Ada yang berharap Fifty bakalan diterjemahin ke bahasa Indonesia. Oh No!!! Sensor besar-besaran nih! Mendingan jangan, daripada ngerusak jalan cerita dan ngurangin keunikan Fifty Shades.

Film adaptasi buku ini udah mau keluar di tahun 2014, dan sekarang dalam tahap pre-production (sepertinya). Akunya sendiri nggak terlalu antusias sama filmnya. Apalagi karena aku nggak terlalu kenal sama dua aktor yang akan memerankan Christian Grey dan Anastasia Steele. Christian Grey akan diperankan oleh Charlie Hunnam (Pacific Rim) dan Anastasia akan diperankan Dakota Johnson (The Social Network). Semoga aja filmnya jauh lebih keren dibandingkan bukunya. MTV udah pernah konfirm kok soal cast ini (baca ini)

Source
Source

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...