Monday, July 29, 2013

Behind the Covers: RED dan RED

RED= merah. Salah dong X)
Dobel RED ini juga bukan judul album 2012 Taylor Swift ataupun single-nya yang oke itu.
Dobel RED disini singkatan dari dua pasangan favoritku dengan kisah cinta yang nggak biasa serta paling menarik untuk diikuti. Keduanya adalah pasangan dari seri dewasa, tentu saja romance, satunya paranormal dan satunya lagi suspense.

RED pertama adalah Archangel Raphael dan Elena Deveraux. Sedangkan RED kedua itu Roarke dan Eve Dallas. Kebetulan aja kali ya kalau mereka punya inisial yang sama? Tapi, aku nggak berniat atau berminat membandingkan kedua pasangan itu. Mereka sama-sama menduduki posisi pertama dalam hati, dan juga termasuk dalam buku A-list di deretan koleksi bukuku. Jadi, aku cuma pengen cuap-cuap dan komentar aja, hehe :D

Ada yang belum tahu sama Guild Hunter? Guild Hunter adalah novel PNR karya Nalini Singh, malaikat sudah menjadi bagian sejarah manusia dan para archangel menguasai dunia. Tokoh utama serial ini ya Raphael dan Elena, meskipun di buku empat dan lima agak geser ke dua secondary character. Serial ini masih terdiri dari lima buku utama yang udah terbit, satu oncoming, dan empat novella. Sementara di In Death adalah romantic suspense dengan sentuhan futuristik karya J. D. Robb (nama pena lain dari Nora Roberts) setingannya berada di New York pada tahun 2058 dan manusia bergantung pada teknologi dalam semua kegiatannya. Total ada 36 buku utama yang sudah terbit, dua buku oncoming (udah ada judulnya), dan sembilan novella. Emang panjang banget, karena In Death pertama kali diterbitkan pada tahun 1995 dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda mau selesai. Kedua punya dunia yang unik, dinamika hubungan tokoh utama yang menarik, dan juga nih, bukunya sama-sama belum keliatan mau abis, jadi bisa dibaca terus-terusan dan nggak bosen, hehe.

RED 1: Raphael dan Elena Deveraux

Ketika seorang vampire hunter berubah menjadi malaikat jatuh cinta pada archangel yang memimpin New York, pastinya seru dong ngeliat mereka berdua membangun hubungan yang abadi dan 'panas'. Elena awalnya berusaha nahan diri dari godaan Raphael, meskipun dia juga nyadar kalo dia tertarik banget sama Raphael.

Hubungan mereka nggak gampang lho. Raphael adalah tipe alpha hero yang awalnya nggak suka ketika Elena ngelawan dia. Elena juga tipe alpha heroine yang nggak suka disuruh-suruh. Raphael lebih sulit mengontrol keinginannya buat nyuruh-nyuruh Elena, karena memerintah seseorang itu kegampangan banget buat Raphael, dan sebagai archangel yang kekuasaannya lumayan besar, Raphael terbiasa ngasih perintah. Elena sendiri benci disuruh-suruh dan nggak mau begitu aja jadi kekasihnya Raphael tapi nggak punya kebebasan untuk bertindak sendiri. Di buku-buku awal mereka sering berdebat soal keputusan-keputusan yang diambil Elena, atau penolakan Elena untuk nurut sama Raphael.

Karena keduanya punya kepribadian keras kepala, rasanya asyik aja ngebaca cerita mereka. Menurutku nggak seru kalau ceweknya langsung nurut dan patuh aja sama cowoknya. I like badass women, dimana ceweknya lebih dari sekedar bisa mempertahankan diri dan bukan tipe damsel in distress atau cewek yang butuh diselamatkan dan nggak terlalu bisa disuruh bertarung. Elena kan pemburu, jadi dia juga punya insting yang tajam, refleks yang cepat, dan tangguh dalam bertarung.

Secara fisik nih, hehe, Raphael nggak ada cacatnya sodara-sodara! Rambut hitam kelam, mata biru indah, tubuh sempurna, dan wajah malaikat, serta tambahan sayap putih dengan ujung keemasan. Hmm, yummy. Dia emang awalnya bersikap sangat dingin dan bahkan terkesan inhuman, tapi setelah ada Elena, dia mulai menghangat lagi meskipun Raphael tetap dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan bahkan cenderung kejam. Sementara Elena sendiri berdarah campuran. Ibunya orang berdarah Prancis dengan sedikit Maroko, sementara ayahnya orang Amerika berdarah Prancis juga. Elena punya rambut platina nyaris putih dan mata keperakan, tapi kulit cokelat karena darah Maroko-nya.

Kisah masa kecil Raphael dan Elena juga nyaris mirip. Mereka punya awal masa kecil yang indah, tapi terjadi tragedi yang membuat mereka berdua sama-sama terluka dan menjadi diri mereka yang sekarang ini. Di kasus Raphael, ibunya membunuh ayahnya sendiri dan meninggalkan Raphael. Sementara itu, kedua kakak Elena dibantai oleh vampir liar, dan ayahnya kemudian mengusir Elena. Dalam hatinya mereka berdua itu sering ngerasa sendirian.

Cerita cinta mereka nggak kacangan, seru buat dibaca, dan juga nih: hot abis! XD Maklum, kan pecinta romance, dan tentu aja aku nggak bakalan nolak ngebaca adegan panas yang bikin kipas-kipas *digetok*

TRIVIA:

  1. Elena punya sahabat, Sara, yang udah menikah dan punya anak. Anaknya diberi nama Zoe Elena, dan Elena juga sayang banget sama Zoe. Sara dan Elena udah bagaikan kakak adik.
  2. Elena dan Illium, salah satu pengawal elitnya Raphael, punya hubungan pertemanan yang erat karena Illium nggak menganggap Elena sebagai kelemahan Raphael, seperti orang lain.
  3. Meskipun Elena sering berburu, ternyata Elena suka banget berkebun dan dia punya koleksi bunga dari apartemennya yang sekarang menempati greenhouse di rumah Raphael.
  4. Di Guild Hunter, batu amber adalah jenis batu yang menunjukkan komitmen seseorang. Raphael memberi Elena anting-anting amber, sedangkan Elena ngasih Raphael cincin dengan tulisan knhebek, bahasa Maroko untuk 'aku mencintaimu'.
  5. Hadiah pertama Raphael untuk Elena adalah sebuah mawar yang diukir dari berlian utuh, Destiny's Rose.
  6. Meskipun Raphael nggak terlalu setuju sama keputusan Elena kembali ke Guild, tapi Raphael tetap memanggil Elena Hunter. Selain itu, pada momen-momen tertentu, Raphael memanggilnya hbeebti (sayang dalam bahasa Maroko).
  7. Elena dan Raphael jarang latihan tarung barengan, tapi Elena menikmati berlatih dengan Raphael.


RED 2: Roarke dan Eve Dallas

Awalnya kenal In Death dari Mbak Ren, yang ngakunya cinta berat sama Roarke. Pertama kali ketemu buku Witness in Death di toko buku, sekitar dua tahun lalu, dan ngeliat banyak orang cinta sama Roarke, akhirnya aku nyoba baca buku pertamanya. Seperti ikan yang kesangkut kail dan keseret, aku langsung kecantol sama Roarke dan ketagihan baca In Death. Karena udah hampir dua dekade dan bukunya lebih dari sepuluh, awalnya keder juga bacanya, tapi pada akhirnya aku oke-oke aja.

Dunianya sama uniknya nih, sama Guild Hunter. Ini tahun 2058, di New York, dimana teknologi begitu mendominasi, tapi manusia dari dulu sampai sekarang sama aja, pembunuhan masih sering terjadi dengan motif-motif yang aneh. Letnan Eve Dallas tipenya penyendiri, dan agak susah menjalin hubungan karena emang dia agak tertutup. Eve tangguh, ulet, nggak gampang nyerah, dan keras kepala banget.

Pada suatu hari kasus, Eve menyelidiki sebuah kasus pembunuhan dengan daftar tersangka yang cukup pendek. Salah satu tersangkanya adalah Roarke, pria terkaya di dunia dengan masa lalu yang nggak jelas serta reputasi menarik. Pandangan pertama mereka sama-sama membekas dan berkesan banget, meskipun mereka berdua ketemu di acara memorial pemakaman salah satu korban. Eve bener-bener ragu dan nggak tahu harus gimana menghadapi ketertarikannya pada Roarke, serta kengototan Roarke mengejar Eve. Roarke, yang daftar mantan kekasihnya juga banyak, awalnya juga agak nggak nyaman karena perasaannya ke Eve beda dengan perasaannya pada cewek lain.

Hubungan mereka berdua berkembang, meskipun nggak pesat banget, tapi gradual dan dalam tempo yang nyaman. Karena Eve seorang polisi, bagian pembunuhan pula, dia sering dapat kasus menarik. Kadang kasusnya menyeret Roarke (pernah sebagai korban dan target, sebagai tersangka juga pernah). Roarke sering melibatkan diri dalam investigasi, dan pada akhirnya sering menjadi expert consultant, civilian. Eve nggak terlalu paham gimana jadi istri pengusaha dan nggak suka datang ke acara-acara amal atau makan malam, apalagi pesta. Tapi, Roarke selalu paham dan ngertiin Eve. Bahkan nih, menurut Eve, Roarke lebih hebat dalam perannya sebagai suami seorang polisi, dan Eve payah dalam menjadi istri pengusaha. Mereka sama-sama berusaha untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri, serta bekerja sama. Ada waktu dimana mereka bertengkar, saling marahan, dan saling gondok. Pada akhirnya semua permasalahan itu selesai dengan damai, plus tambahan makeup sex yang cukup hot. Seringnya sih, Roarke lebih punya sifat romantis ketimbang Eve, dan Roarke sering banget mengurus Eve yang kadang mengabaikan kesehatannya sendiri saat menyelesaikan kasus. Pernah Eve sampai sakit demam lho, dan bikin Roarke panik. Segi penceritaan perasaan mereka berdua juga bagus banget, dan rasanya nyata. Sampe hati ini ikut ngerasa kalau ada yang sedih, sakit hati, dan marah.

Mereka berdua sama-sama nggak punya 'rumah' yang indah di masa kecilnya. Roarke lahir dan besar di Dublin, melakukan apa saja untuk tetap hidup. Mencopet, menipu, mencuri, menyelundupkan barang-barang. Segala macam kegiatan kriminal pernah dia lakukan, bahkan membunuh. Jangan salah, dia punya alasannya sendiri untuk membunuh. Ayah Roarke sering ngehajar Roarke, dan si ayah juga terlibat kegiatan kriminal kelas kakap. Di usia muda, Roarke belajar dan bertekad untuk sukses, membangun Roarke Industries, yang sekarang menjadi korporasi terbesar di dunia dan membuat bermacam-macam barang. Eve Dallas awalnya terlahir tanpa nama, karena oleh ayahnya dia disiksa dan diperkosa sampai akhirnya Eve berhasil meloloskan diri. Kayaknya, ayah Eve berencana ngejual Eve gitu. Karena itulah dia bertekad untuk tidak lagi menjadi korban, dan malah membela para korban. Pada akhirnya, keduanya punya sosok ayah pengganti. Roarke punya Summerset, yang sekarang jadi semacam kepala pelayan di rumahnya. Eve punya Ryan Feeney, mantan pelatihnya dan sekarang seorang kapten.

Sama kayak Raphael-Elena, Roarke-Eve sama-sama keras kepala! Apalagi Eve, yang rasa keadilannya begitu tinggi. Mereka sering banget saling berbenturan dalam prinsip, meskipun yaa, pada akhirnya mereka berkompromi dan bekerja sama. Roarke punya kontrol diri yang bagus, tapi ada kalanya Eve bikin dia kesel dan marah. Kalau marah dia nggak meledak-ledak, tapi malah dingin gitu. Bikin merinding jadinya.

Dari segi fisik nih, Roarke dan Raphael jejeran lah, tapi Roarke minus sayap, hehe. Eve sering mendeskripsikan ketampanan Roarke seperti fallen angel, atau bahkan nyaris puitis saking gantengnya. Ada bermacam-macam cara Eve mendeskripsikan Roarke, tapi seringnya sih dia seperti seorang ksatria klasik gitu. Rambutnya hitam agak panjang, matanya biru, dan tentu saja tubuh yang oke banget. Double yum. Yang makin bikin gak nahan: aksen Irlandia!! God knows I love Irishmen, Welshmen, and Englishmen. Particularly Irishmen. Triple mag yummy. Eve punya rambut dan mata cokelat, tubuh yang tinggi dan langsing tapi tangguh, serta ada lekukan rendah di dagunya. Cantik, meskipun nggak cantik klasik.

Selain Roarke dan Eve, di sepanjang serial ini juga diperlihatkan perkembangan dan cerita tokoh-tokoh sampingannya, misalnya perkembanga cerita cinta Detektif Delia Peabody, aide-menjadi-rekan Eve dengan Detektif Ian McNab. Atau Mavis Freestone, sahabat Eve, dan desainer Leonardo. Jadi pusatnya emang di Roarke-Eve, tapi tokoh lainnya juga sama berkembangnya dengan mereka. Yang bikin seru lagi adalah teknologi dalam In Death, yang meskipun dibuat tahun 1995, tapi teknologinya begitu mirip sama teknologi jaman sekarang. Sampai kadang aku jadi heran, ini jangan-jangan para engineer ini terinspirasi sama berbagai model teknologi J. D. Robb, atau sebaliknya??

TRIVIA

  1. Eve dan Roarke punya kucing gendut dengan mata berbeda warna bernama Galahad, yang aslinya punya salah satu korban Eve. Galahad ini manja dan rakus banget, tapi setia sama Eve, sering nemenin Eve tidur atau berusaha membangunkan Eve kalau Eve bermimpi buruk.
  2. Roarke mengantongi kancing abu-abu dari setelan Eve setiap saat, sebagai semacam jimat dan pengingat juga. Kancing itu telepas dari setelan Eve di pertemuan pertama mereka. Roarke memberikan Eve kopi asli keesokan harinya. Kopi asli dan bukan kopi bohongan, menurut Eve, adalah salah satu keuntungan menikahi Roarke.
  3. Panggilan sayang Roarke buat Eve: Darling, baby, Lieutenant, dan a ghra (bahasa Gaelik untuk 'cintaku').
  4. Panggilan sayang Eve (kalau bisa dibilang sayang sih, hehe) buat Roarke: seringnya Ace, pal, pernah dia pake Civilian baby. Pernah menyebut Roarke sebagai Scary Roarke.
  5. Eve suka mandi pake air panas, dan Roarke pake air dingin, jadi kadang Roarke sering protes kalau mereka mandi bareng. Tapi Roarke nggak pernah maksa pake air dingin kalo dia lagi sama Eve.
  6. Eve suka makan spageti dan pizza, nggak suka sayuran (cuma makan kalau ada Roarke), lebih suka makan permen cokelat dibandingkan makanan beneran, suka minum kopi dan Pepsi, dan doyan banget makanan manis serta makanan bergaram. Padahal Roarke-nya sendiri lebih suka makanan sehat dan menyebut perut Eve belum dewasa karena Eve doyan makanan yang biasanya dimakan anak kecil. Roarke cukup sering makan steak dan dia minum wine seperti kita minum soda.
  7. Eve dan Summerset sering banget saling melempar hinaan dan suka saling menyinggung, tapi Summerset peduli sama Eve.
  8. Roarke sering ngasih Eve hadiah, meskipun Eve nggak terlalu nyaman dalam menerima hadiah. Terutama perhiasan. Perhiasan pertama yang diberikan Roarke adalah kalung berlian Giant's Tear, yang sampai sekarang selalu dipakai Eve, tapi disembunyikan di balik bajunya. Cincin kawin Eve diukir dengan simbol Gaelik untuk keamanan dan keselamatan Eve.
  9. Eve dan Mavis udah bersahabat lama, sejak Eve nangkep Mavis dulu waktu dia masih jadi officer dan Mavis jadi penipu jalanan. Mavis sekarang seorang penyanyi terkenal. Anaknya diberi nama Bella Eve, penghargaan untuk Eve yang jadi midwife Mavis saat proses kelahiran Belle.
  10. Eve nggak takut menghadapi pembunuh kejam atau penjahat bersenjata, tapi Eve takut ketinggian, takut sama sapi dan hewan ternak pada umumnya, nggak suka jalan-jalan di alam (misalnya hutan), nggak suka rumah sakit, benci sama obat penenang atau obat bius, dan dia bener-bener takut sama konsultan kecantikannya, Trina. Jadinya, Trina adalah satu-satunya manusia di bumi ini yang berhasil membuat Eve ketakutan setengah mati.
  11. Selain Feeney sebagai sosok ayah, Charlotte Mira, psikiater dan profiler kriminan NYPSD, menyayangi Eve seperti anaknya sendiri, dan lama-lama juga sayang sama Roarke.
  12. Cadangan permen Eve di kantornya sering banget dicuri oleh Pencuri Permen, dan sampai sekarang belum ketangkep itu pencuri. Eve harus selalu memikirkan tempat persembunyian untuk permennya, tapi tetep aja ilang.
  13. Eve dan Roarke juga sering jadi lawan untuk olahraga, hand-to-hand, dan Eve nggak takut main fisik sama Roarke (bukan dalam artian kasar lho)

Selain kedua pasangan di atas, tentu saja ada pasangan-pasangan lain yang cukup menarik untuk dibahas. Tapi, hanya dobel RED ini yang terus membekas di hati. Dan yang pasti, kedua serial ini belum akan selesai dalam waktu dekat ini, dan akan semakin banyak trivia yang ditemukan ketika buku-buku lainnya terbit. Sejujurnya sih, trivia In Death emang lebih banyak dari Guild Hunter, dan yang aku sebutin itu juga baru segelintir, semata-mata karena In Death kan bukunya udah banyak banget dan jelas udah lebih banyak detailnya daripada Guild Hunter. 

Kalian pasti punya tokoh atau pasangan favorit. Siapa aja pasangan favoritmu? :)

Saturday, July 20, 2013

Turning Nineteen #6: Guild Hunter by Nalini Singh


Ya, ya, aku tahu, buku keenamnya belum terbit sampai 29 Oktober nanti. Tapi, karena Oktober ini aku berencana bikin fitur ekstra-spesial buat In Death selama tiga bulan berturut-turut (saking panjangnya ini seri) dan karena aku nggak pengen ngebahas Fifty Shades, Juli ini waktunya Guild Hunter. Maaf telat satu hari, gara-gara kemarin disibukkan sama urusan buka bersama, jadinya dari pagi sampe sore nggak sempet buka leppie deh.

Fair warning nih ya, buat yang baca versi bahasa Indonesia. Semua istilah dalam postingan ini merujuk pada versi bahasa Inggris; Archangels, Cadre, Seven, Made, hunter-born, Guild Hunter, dsb. Jadi maaf kalau ada ketidakcocokan atau nggak enak bacanya.

Hayoo, siapa yang udah baca? Belum? Kenapa belum? :o
Buat pecinta paranormal, pasti nggak asing lagi sama yang namanya angel atau malaikat, iya kaan? Kebanyakan sih ya, malaikat itu ada hierarkinya. Kalau berdasarkan Celestial Hierarchy of Dionysis, Summa Theologica oleh Thomas Aquinas, ada tiga tingkatan malaikat. Tingkatan pertama atau First Triad terdiri dari tiga jenis malaikat yaitu Seraphim, Cherubim, dan Thrones. Di tingkatan kedua (Second Triad) ada Dominions, Virtues, dan Powers. Dan di Third Triad, ada Principalities, Archangels, dan Angels. Ada banyak banget buku yang menceritakan tentang bermacam-macam tingkatan malaikat ini. Misalnya aja nih, Inescapable (Amy Bartol), yang tokoh utamanya seorang keturunan Seraphim. Atau di The Fallen-nya Thomas E. Sniegoski, Camael-nya seorang malaikat Powers. Yang jelas, di bermacam-macam cerita ini, pasti ada kaitannya dengan keagamaan atau minimal selalu berdasarkan cerita/kisah Alkitab (not like I've ever read the Bible, hehe, jadi maaf kalau ada kata/referensi yang salah). Nephilim itu kan ada ya, di Genesis. Jadi, mau nggak mau pasti bawa-bawa nama Alkitab.

Dunia Guild Hunter berbeda. Nalini Singh throws the religious issues out of the windows, creates a new world, and makes the angels as powerful beings who controls the world. Nggak ada yang nyebut-nyebut pemberontakan Lucifer di Surga beribu tahun lalu. Atau anak-anak Nephilim yang membasmi iblis. Nggak ada cerita para Fallen yang akhirnya membuat hidup hero-heroine kita rumit. Malaikat, dalam dunia Guild Hunter, sudah ada dalam peradaban umat manusia selama ribuan tahun, dan malaikat di sini cuma punya dua hierarki, yaitu Archangel dan Angel biasa. Archangel-pun jumlahnya cuma sepuluh. Malaikat Guild Hunter menciptakan vampir, dan memberikan pekerjaan bagi para hunter-born atau pemburu vampir alami untuk memburu vampir-vampir liar. Malaikat juga punya sifat angkuh (e.g. Michaela), ambisius dan jahat (e.g. Anoushka), aneh dan creepy (e.g. Zhou Lijuan), nggak pilih-pilih teman tidur (e.g. Charisemnon), ataupun licik (e.g. Neha). Mirip manusia lah, kecuali mereka punya super-power dan berfisik sempurna. Sementara vampir, meskipun nggak punya super-power, tapi mereka lebih kuat dan lebih menawan dibandingkan manusia.

Vampir sendiri merupakan ciptaan para Malaikat, dan mereka bisa dibilang adalah anak buah Malaikat, dalam buku sering disebut almost-Immortal dan proses



Ada enam buku utama dan satu buku kumpulan novella. Buku pertamanya adalah Angels' Blood, lalu Archangel's Kiss, Archangel's Consort, Archangel's Blade, Archangel's Storm, dan Archangel's Legion yang mau terbit 29 Oktober nanti. Kemudian ada Angels' Flight, kumpulan novella berisi cerita-cerita tokoh Guild Hunter lainnya.


Angels' Blood:   
Vampire hunter Elena Deveraux knows she is the best- but she does not know if even she is good enough for this job. Hired by the dangerously beautiful archangel Raphael, a being so lethal that no mortal wants his attention, Elena knows failure is not an option—even if the task is impossible.

Because this time, it's not a wayward vamp she has to track. It's an archangel gone bad.

The job will put Elena in the midst of a killing spree like no other—and pull her to the razor's edge of passion. Even if the hunt does not destroy her, succumbing to Raphael’s seductive touch just might. For when archangels play, mortals break.


Archangel's Kiss:   
New York Times bestselling author Nalini Singh returns to her world of angelic rulers, vampiric servants, and the woman thrust into their darkly seductive world...

Vampire hunter Elena Deveraux wakes from a year-long coma to find herself changed—an angel with wings the colors of midnight and dawn—but her fragile body needs time to heal before she can take flight. Her lover, the stunningly dangerous archangel, Raphael, is used to being in control—especially when it comes to the woman he considers his own. But Elena has never done well with authority.

They've barely begun to understand each other when Raphael receives an invitation to a ball from the archangel, Lijuan. To refuse would be a sign of fatal weakness, so Raphael must ready Elena for the flight to Beijing—and to the nightmare that awaits them there. Ancient and without conscience, Lijuan holds a power that lies with the dead. And she has organized the most perfect and most vicious of welcomes for Elena.


Archangel's Consort:   
Vampire hunter Elena Deveraux and her lover, the lethally beautiful archangel Raphael, have returned home to New York only to face an uncompromising new evil…

A vampire has attacked a girls’ school—the assault one of sheer, vicious madness—and it is only the first act. Rampant bloodlust takes vampire after vampire, threatening to make the streets run with blood. Then Raphael himself begins to show signs of an uncontrolled rage, as inexplicable storms darken the city skyline and the earth itself shudders. The omens are suddenly terrifyingly clear.

An ancient and malevolent immortal is rising. The violent winds whisper her name: Caliane. She has returned to reclaim her son, Raphael. Only one thing stands in her way: Elena, the consort who must be destroyed…


Archangel's Blade:   
The severed head marked by a distinctive tattoo on its cheek should have been a Guild case, but dark instincts honed over hundreds of years of life compel the vampire Dmitri to take control. There is something twisted about this death, something that whispers of centuries long past...but Dmitri's need to discover the truth is nothing to the vicious strength of his response to the hunter assigned to decipher the tattoo.

Savaged in a brutal attack that almost killed her, Honor is nowhere near ready to come face to face with the seductive vampire who is an archangel's right hand, and who wears his cruelty as boldly as his lethal sensuality...the same vampire who has been her secret obsession since the day she was old enough to understand the inexplicable, violent emotions he aroused in her.

As desire turns into a dangerous compulsion that might destroy them both, it becomes clear the past will not stay buried. Something is hunting...and it will not stop until it brings a blood-soaked nightmare to life once more...


Archangel's Storm:   
Enter New York Times bestselling author Nalini Singh’s darkly beautiful world of archangels and immortal power, as a pact is sealed between two souls bound by blood, stirred by desire, and driven by vengeance…

With wings of midnight and an affinity for shadows, Jason courts darkness. But now, with the Archangel Neha’s consort lying murdered in the jewel-studded palace that was his prison and her rage threatening cataclysmic devastation, Jason steps into the light, knowing he must unearth the murderer before it is too late.

Earning Neha’s trust comes at a price—Jason must tie himself to her bloodline through the Princess Mahiya, a woman with secrets so dangerous, she trusts no one. Least of all an enemy spymaster.

With only their relentless hunt for a violent, intelligent killer to unite them, Jason and Mahiya embark on a quest that leads to a centuries-old nightmare… and to the dark storm of an unexpected passion that threatens to drench them both in blood.


Archangel's Legion:   
Nalini Singh, the New York Times bestselling “alpha author of paranormal romance” (Booklist) returns to an immortal world of violent passion and lethal power…on the brink of a deadly archangelic war.

Angels are falling from the sky in New York, struck down by a vicious, unknown force.

Vampires are dying impossibly of disease.

Guild hunter Elena Deveraux and the Archangel Raphael must discover the source of the wave of death before it engulfs their city and their people, leaving New York a ruin and Raphael’s Tower under siege by enemy archangels.

Yet even as they fight desperately to save the city, an even darker force is stirring, its chill eyes trained on New York…and on Raphael. Rivers of crimson and nightmares given flesh, the world will never again be the same…


Angels' Flight:   
In Angel's Wolf a vampire becomes fascinated with the seductive angel who rules Louisiana. But all is not what it appears to be in her court.

In Angels' Judgment a hunter must track one of her own gone bad, while surviving the deadly tests placed in her way by the archangels themselves. Unexpected backup comes from a stranger who might just be the most lethal threat of all...

Plus FIRST TIME IN PRINT

In Angels' Pawn a vampire hunter faces off against two rival factions and the angel manipulating them both, and a vampire whose help is not entirely selfless...

And NEVER BEFORE PUBLISHED

In Angels' Dance an angel trapped in the mountain stronghold of the Refuge finds herself under siege by a warrior angel from a martial court.

Too much to discuss, karena Guild Hunter ceritanya begitu intrinsik, dalam, rumit, dan nggak bisa kalau bacanya lompat-lompat. Tapi kali ini aku cuma ngebahas tokoh-tokoh serta general impression aja, dan kalau kalian pengen tahu lebih lengkap, silakan baca aja serinya. Kan di Indonesia sudah terbit (meskipun nih, setelah baca versi terjemahan dan dibandingkan dengan versi lengkapnya, aku lebih enak baca yang versi aslinya).

Sebagai seorang Archangel, Raphael memimpin wilayah Amerika Utara, dan berpusat di New York. Nggak seperti Archangel lainnya di Cadre of Ten, yang kebanyakan lebih memilih membangun istana dan bersikap seperti raja/ratu/dewa, Raphael lebih memilih membangun Archangel Tower dan dia lebih mirip seorang businessman. Itu juga kalau businessman punya mata biru indah, bodi yang bikin ngiler, sikap dingin berbahaya tapi nggak songong, serta kekuasaan yang lebih besar dibanding si presiden sendiri. Awalnya, Elena Deveraux adalah salah satu pemburu terbaik di Amerika dan seorang hunter-born. Raphael menyewa Elena untuk memburu seorang Archangel yang berubah gila. Raphael adalah tipe pria super-maskulin, super-kuat, super-segalanya, dengan mata biru dan rambut hitam serta bodi super-seksi. Elena, yang jatuh pada pesona Raphael, berusaha menahan ketertarikannya dan ngelawan Raphael. Pada akhirnya, sang Pemburu ini menjadi kekasih Raphael, hehe. Pasangan ini, selain pasangan Eve Dallas dan Roarke, adalah pasangan favoritku, karena hubungan mereka berdua yang rumit tapi romantis dan indah.

Raphael punya pasukan elitnya sendiri, yaitu Seven. Seven terdiri dari empat malaikat dan tiga vampir, semuanya punya ceritanya masing-masing. Ketujuh orang ini kesetiaannya pada Raphael nggak bisa dipertanyakan. Empat malaikatnya yaitu Illium atau si Bluebell, berusia sekitar lima ratus tahun. Illium memiliki mata emas, rambut dan bulu mata hitam berujung biru, serta bulu sayap biru berujung perak, sifatnya flamboyan dan flirty. Bukan rahasia lagi, seenggaknya bagi para Seven lainnya, kalau Illium sayang sama Elena, bahkan mengarah pada cinta. Kemudian ada Jason, Spymaster pendiam yang usianya belum bisa kutebak (karena kadang bacanya nggak teliti, hehe). Sayapnya hitam sampai katanya bisa menyerap sinar matahari, dan dia adalah spymaster terhebat di Cadre. Di Archangel's Storm, Jason berpasangan dengan Mahiya. Selain Illium dan Jason, ada Galen yang usianya seratus lima puluh tahun lebih tua dibandingkan Illium, ahli senjata dan pelatih fisik pasukan Raphael. Galen adalah pasangan Jessamy, sejarawan Refuge yang ceritanya dipaparkan dalam Angels' Dance, dan mereka udah bersama selama empat ratus tahun. Galen berambut merah, bersayap putih, dan badannya gede banget. Yang terakhir dari empat malaikat ini adalah Aodhan, seniman dengan mata dan sayap kristal, dan dia nggak suka disentuh. Latar belakang Aodhan belum terlalu keliatan, tapi berharap dong kalau si Aodhan ini nantinya bakal punya ceritanya sendiri.

Ada tiga vampir; Dmitri, Venom, dan Naasir. Dmitri, usianya nyaris seribu tahun, mengenal Raphael sejak dia masih menjadi manusia dan sekarang merupakan second-in-command Raphael. Venom bermata hijau seperti ular, diubah oleh Neha (Queen of Snakes), dan dalam jajaran Seven, Venom-lah yang termuda. Lalu Naasir, yang sama seperti Aodhan, siapa dan bagaimana latar belakangnya belum diceritakan secara mendetail.

Selain Seven, anggota Guild lainnya juga bikin penasaran banget. Ada Ransom Winterwolf, salah satu sahabat Elena. Ada physical description-nya juga lho. With high cheekbones and rich copper-gold skin inherited from his Cherokee ancestors, not to mention green eyes from Ireland—via a short sojourn in an Australian penal colony—he was pretty enough to lick up like ice cream (Angels' Blood). Sara Haziz, Direktur Guild, yang sudah menikah dengan ahli senjata Deacon dan punya anak bernama Zoe Elena. Sara sahabat terdekat Elena, dan udah mengenal Elena sejak mereka masih di Academy. Pertemuan Sara-Deacon ditulis dalam Angels' Judgment. Ashwini, perempuan unik yang sering disibukkan dengan memburu Janvier, vampir Cajun yang seneng banget ngegodain Ashwini. Ada ceritanya singkatnya di Angels' Pawn, dan aku berharap bakalan ada cerita lengkap Ash-Janvier di buku berikutnya. Vivek, mata dan telinga Guild, dan mendekam di pusat kontrol Guild karena dia cacat.

Semakin membaca serial ini, aku semakin yakin Guild Hunter panjangnya minimal bakalan nyaingin Psy-Changeling, serial dystopian-like punya Nalini yang lainnya. Psy-Changeling udah lebih dari sepuluh buku lho. Semua tokoh di Guild Hunter nggak ada yang cuma sekedar pajangan atau sampingan, semuanya berkembang. Semua karakter secondary, misalnya aja Dmitri, Jason, dan sisa anggota Seven lainnya, semua punya masa lalu dan potensi masa depan yang bagus banget buat dieksplor. Dunia Guild Hunter merupakan dunia unik, dan sampai sekarang aku juga nggak tahu ini termasuk dunia dystopian, utopian, atau apa. Yang jelas, menikmati Guild Hunter harus dan wajib dilakukan mulai buku pertama, bahkan kalau perlu novella-nya juga harus dibaca! Nggak asyik baca mulai buku ketiga, misalnya. Mengikuti perkembangan para tokoh, konflik kekuasaan para Archangel, melihat dunia dimana vampir merupakan warga negara biasa dan kamu bisa melihat malaikat terbang di langit. Semuanya menjadi daya tarik tersendiri Guild Hunter.

Aku sendiri nggak keberatan kalau Guild Hunter panjangnya lebih dari sepuluh buku, apalagi kalau semua tokohnya punya porsi cerita sendiri-sendiri! That would be a sheer entertainment. Silakan kunjungi situs Nalini Singh untuk detail-detail lainnya.

Oh ya, selamat berpuasa buat yang Muslim ya :))


Tuesday, July 16, 2013

Review: Rapture in Death


Judul : Rapture in Death (in Death #4)
Author : J. D. Robb
ASIN : B000OIZTAO
Edisi : Kindle Edition (First Published 1996)
Genre : Romantic Suspense, Adult, Futuristic, Science-Fiction

Rapture in Death:   
They died with smiles on their faces.

Three apparent suicides: a brilliant engineer, an infamous lawyer, and a controversial politician. Three strangers with nothing in common — and no obvious reason for killing themselves.

Lieutenant Eve Dallas found the deaths suspicious. And her instincts paid off when autopsies revealed small burns on the brains of the victims. Was it a genetic abnormality or a high-tech method of murder? Eve's investigation turned to the provocative world of virtual-reality games—where the same techniques used to create joy and desire could also prompt the mind to become the weapon of it's own destruction...

"You find that amusing," she muttered to Roarke.
He blinked, all innocence. "What?"
"Lieutenant Roarke."
Roarke touched her face because he needed to. "Why not? Both of us could use some comic relief."
-Chap. 2

She raised her eyes to his. They had both come from misery, she thought, and survived it. They had been drawn together through violence and tragedy, and had overcome it. They walked different paths and had found a mutual route.
Some things last, she thought. Some ordinary things. Like love.
-Chap. 2

In Death kedua dalam satu hari. I'm on a personal deadline, dan lagi dalam mood ngereview. Apalagi karena aku berencana menyelesaikan semua buku In Death tahun ini XD

Buku ini dibuka dengan bulan madu Eve dan Roarke di Olympus Resort, sebuah kompleks rekreasi off-planet milik Roarke yang masih dalam tahap penyelesaian. Roarke dengan licik menyeret Eve ke perjalanan off-planet pertamanya untuk minggu terakhir bulan madu mereka, dan menemukan kalau Eve takut banget naik pesawat luar angkasa. Kemudian seorang teknisi Olympus ditemukan gantung diri. Well, rasanya jadi kayak Detective Conan, kemanapun Eve pergi, dia bisa aja nemuin kasus kematian.

Selain si teknisi Olympus, seorang pengacara terkenal dan seorang editor majalah sukses juga bunuh diri, setelah ketiganya mencoba kacamata VR (Virtual Reality). Eve nggak percaya kalau kematian mereka semua nggak berhubungan, dan mereka cuma tewas karena bunuh diri. Bersama dengan Delia Peabody, yang akhirnya ditugaskan secara permanen menjadi aide Eve, Eve menginvestigasi kasus ini.

Dialog dan kalimat-kalimat dalam In Death nggak pernah membosankan dan nggak biasa. Roarke selalu bisa membalas komentar atau kata-kata Eve, they're such a couple of smart-asses. Apalagi kalimat-kalimat Roarke biasanya terkesan old-fashioned, hehe. Rasanya asyik banget membayangkan Roarke benar-benar hidup dan nyata, dengan aksen Irlandia-nya. Peabody juga jadi tokoh yang unik, karena dibalik sikapnya yang cenderung sopan sama Eve (maklum, mereka masih belum akrab), tapi dia nggak takut mengeluarkan sisi jailnya. In Death, so far, is my favorite non-paranormal series.

Yang paling aku suka adalah karena disini, akhirnya Roarke memakai bahasa Gaelic untuk Eve. I don't know, my heart just stutters when Roarke uses A ghra, frase Gaelic yang artinya my love. Di buku-buku selanjutnya, Roarke sering banget menggunakan kalimat ini untuk memanggil Eve. He's the most charming fictional man I've ever known. Dan bagian-bagian dimana mereka berdua bercinta emang bener-bener terasa cinta dan affection mereka satu sama lain, tetep erotis tanpa perlu terlalu eksplisit. Aku suka bagaimana Robb mendeskripsikan percintaan mereka, dan juga perasaan cinta mereka. Their love is the sweetest thing I've ever read.

Ada adegan yang bikin sedih hati juga nih. Gara-gara Jess Barrow, musisi songong yang bermain-main dengan peralatannya, 'mempengaruhi' otak Roarke, Roarke jadi kasar saat *uhuk* bercinta dengan Eve di dalam lemari, dan dia jadi mual karena mengira sudah memperkosa dan menyakiti Eve *dalam hati membayangkan membunuh Jess Barrow pake gergaji*. Tapi untung aja Eve mengerti dan nonjok si Barrow *nyorakin Eve*

Pelajaran menarik dari Rapture in Death ini adalah, teknologi nggak selamanya membawa keuntungan. Karena di sini, teknologi jugalah yang menjadi kunci kematian ketiga korban Eve.


Monday, July 15, 2013

Review: Immortal in Death (In Death #3)


Judul : Immortal in Death (In Death #3)
Author : J. D. Robb
ASIN : B000OCXJPM
Edisi : Kindle Edition (Pertama terbit Juli 1996) by Hachette Digital
Genre : Romantic Suspense, Futuristik, Mystery-Investigation, Adult

Immortal In Death:   
It is 2058, New York City. Lieutenant Eve Dallas uncovers a world where technology can create beauty and youth, but passion and greed can destroy them.

She was one of the most sought-after women in the world. A top model who would stop at nothing to get what she wanted -even another woman's man. And now she's dead, the victim of a brutal murder.

Police Lieutenant Eve Dallas puts her life on the line to take the case when suspicion falls on her best friend, the other woman in the fatal love triangle. Beneath the facade of glamor, Eve finds that the world of high fashion thrives on an all-consuming obsession with youth and fame-one that leads her from the lights of the runway to the dark underworld of New York City, where drugs can fulfill any desire, for a price

“Roarke: "Darling, before we shift into the official mode, what do you have on under that dress?"
Eve: "A device designed to drive men wild."
Roarke: "It's working. I don't believe I've ever seen your butt move quite that way."
Eve: "It's a cop's butt now, ace, so watch it."
Roarke: "I am." He smiled, gave it a nice solid smack. "Believe me.”

“He loves me."
"You sound surprised."
"Nobody ever did. Not like this. It's easy to say, for some people. The words. But it's not just words with Roarke. He sees inside me, and it doesn't matter.”

Di buku ketiga In Death ini, Letnan Eve Dallas sedang bersiap-siap untuk menikah dengan Roarke, milyuner Irlandia ganteng yang berhasil menangkap hati Eve. Yep. Di buku kedua, Glory in Death, Roarke melamar Eve tepat setelah mereka menghentikan pembunuh berantai gila. Emang nggak romantis sih, tapi kan pasangan ini emang nggak 'tradisional'.

Untuk gaun pengantinnya, Eve menggunakan jasa kekasih Mavis, desainer baru Leonardo. Saat lagi ke tempat kerja Leonardo, Pandora, supermodel-slash-superbitch datang dan mengamuk pada Leonardo. Nggak disangka, Pandora ditemukan mati di tempat kerja Leonardo beberapa hari kemudian, dengan Mavis di TKP. Tentu saja, bukti-bukti menunjukkan kalau Mavis-lah pelaku pembunuhan Pandora.

Eve mencurigai Pandora terlibat dalam penemuan obat ilegal baru, yang konon bisa bikin awet muda. Kasus Pandora ini berhubungan dengan kasus pembunhan informan Eve, kedua korban dipukuli di wajahnya sampai nyaris nggak dikenal. Sementara Eve lagi pusing mikirin pernikahannya dengan Roarke yang makin dekat, Eve harus berjuang dan berusaha membuktikan bahwa Mavis nggak bersalah. Eve menarik dan menunjuk Delia Peabody sebagai aide-nya, dan meminta bantuan Ryan Feeney, kapten EDD sekaligus mantan trainer-nya.

Keliatan banget kok, kalau Eve dan Mavis itu saling sayang. Buat yang nggak tau atau lupa, Eve sempet nangkap Mavis saat Mavis masih kerja di jalanan dan jadi penipu. Mavis akhirnya bersahabat dengan Eve, dan orangnya unik banget. Dandanannya tiap hari ganti, terutama rambutnya. Diliat di permukaannya, Eve dan Mavis itu pasangan sahabat yang nggak mungkin banget, bedanya bumi dan langit.

Eve juga akhirnya ingat apa yang terjadi padanya, di Dallas. Kita akhirnya tahu, secara detail, kenapa Eve punya banyak dark corners dan apa yang membentuk sikap Eve selama ini. Masa kecilnya begitu mengerikan dan suram, dan Eve juga melakukan sesuatu yang membuatnya terguncang, semakin membuat pikirannya kacau dan galau. Agak simpatik sama Roarke, soalnya Eve masih agak ragu kalau hubungan mereka bisa awet. Udah sering bilang I Love You juga, tapi ada bagian dari diri Eve yang nggak yakin. Eve nggak terlalu bisa memahami konsep pernikahan, karena di masa lalunya, Eve nggak punya kenangan manis tentang keluarganya. Masa kecil Eve yang sangat keras dan sulit bikin dia agak skeptis soal pernikahan ataupun keluarga. Pada akhirnya, syukurlah, Eve berhasil meyakinkan dirinya seratus persen mengenai keputusannya menikah dengan Roarke.

"I figured it out. It's not a formality. And it's not a contract."
"What is it?"
"It's a promise. It's not so hard to promise to do something you really want, anyway. And if I'm lousy at being a wife, you'll just have to live with it. I don't break my promises. And there's this one thing."
"What other thing, Eve?"
"I love you. Sometimes it makes my stomach hurt, but I kind of like it. Tired now, come to bed. Love you."
-Chapter 20
Satu hal yang menarik lagi adalah Summerset. Ternyata nih, dibalik sikapnya yang nggak pernah hangat ke Eve (bahkan sempet menghina Eve setelah Eve menahan Mavis), Summerset itu perhatian sama Eve. Ckckck. Nggak nyangka.

Ada cukup banyak adegan menarik di buku ini. Untuk pertama kalinya, Eve mengalah dan membiarkan Mavis mendandaninya. Memotong rambutnya, facial, membiarkan Trina (konsultan kecantikan yang entah bagaimana di buku-buku berikutnya benar-benar berhasil menakuti Eve) menempelkan benda-benda aneh di tubuhnya, telanjang di depan orang lain untuk mempercantik dirinya (sesuatu yang jarang dilakukan Eve). Kemudian ada juga, waktu Roarke menunjukkan kecemburuannya melihat Casto, letnan dari divisi Illegals (obat-obatan terlarang), yang terang-terangan tertarik pada Eve.

Roarke's brow cocked as he noted Casto take in the black satin that slithered over Eve's body. In the manner of men or unfriendly male dogs, Roarke showed his teeth.

"You didn't mention you had an admirer in Illegals."
"Didn't I?"
"The kind of admirer who'd like to nibble his way up your extremities."
"That's an interesting way of putting it. Look, he and Peabody are an item at the moment."
"That doesn't stop him from licking his chops over you."

"If he keeps looking at you like that, I'm going to have to hurt him."
"Down, boy."

Sayang sekali, adegan pernikahan mereka nggak ada sama sekali. Penyesalanku di buku ini cuma itu kok. Selebihnya, this book is as amazing as the previous books.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...