Tuesday, June 18, 2013

Turning Nineteen #5: Crossfire by Sylvia Day

Akhir-akhir ini, rasanya sering banget ya, ngeliat novel dengan plot semacam ini. Tall, dark, and handsome, aka tinggi, berambut gelap, dan tampan. Ditambah dengan cowoknya yang kaya banget, lumayan berkuasa, dan berbahaya, sementara ceweknya yang biasa-biasa aja, tapi begitu ketemu, wham! Langsung deh saling jatuh cinta.

Entah kenapa plot-plot seperti ini menurutku tetep menarik. Kalo boleh jujur sih, hehe, karena model tokoh cowoknya itu tipikal, tapi nggak bikin bosen.

Mulai dari In Death, Fifty Shades, Guild HunterGabriel's Inferno, The Blackstone Affair, Abandon Trilogy, dan yang satu ini nih, Crossfire. Pas aku iseng liat traffic di blog ini, kata kunci Google yang sering dicari adalah Fifty Shades berbahasa Indonesia dan juga Crossfire. 

Bulan ini, aku pengen ngebahas salah satu serial yang menurutku termasuk cukup hot dan 'mirip' sama Fifty Shades. Walaupun aku belum ngebahas Fifty Shades secara khusus, tapi siapa sih yang belum pernah denger Fifty Shades? Ketika seorang mahasiswi bertemu dengan cowok terkaya di Amerika, yang ternyata -ehem- dominan dan hebat banget di ranjang, sementara si cowok itu punya masa lalu dan hidden pockets dalam dirinya. Kenapa bulan ini aku memutuskan Crossfire maju sebagai bahan pembicaraan, bisa dibilang karena bulan ini buku ketiganya baru terbit, tepatnya tanggal empat kemarin. Dan mumpung masih hot topic juga ;)

Crossfire punya plot yang hampir mirip. Perhatikan kalau aku cuma nulis hampir. Kenapa? Karena dalam beberapa hal, menurutku Crossfire lebih bagus dari Fifty Shades. Dan ada bedanya sama Fifty Shades. Apalagi, kebanyakan pembaca membandingkan Crossfire dengan pendahulunya itu, Fifty Shades. 



Bared To You:   
Gideon Cross came into my life like lightning in the darkness…

He was beautiful and brilliant, jagged and white-hot. I was drawn to him as I’d never been to anything or anyone in my life. I craved his touch like a drug, even knowing it would weaken me. I was flawed and damaged, and he opened those cracks in me so easily…

Gideon knew. He had demons of his own. And we would become the mirrors that reflected each other’s most private wounds…and desires.The bonds of his love transformed me, even as i prayed that the torment of our pasts didn't tear us apart...


Reflected in You:   
Gideon Cross. As beautiful and flawless on the outside as he was damaged and tormented on the inside. He was a bright, scorching flame that singed me with the darkest of pleasures. I couldn't stay away. I didn't want to. He was my addiction... my every desire... mine.

My past was as violent as his, and I was just as broken. We’d never work. It was too hard, too painful... except when it was perfect. Those moments when the driving hunger and desperate love were the most exquisite insanity.

We were bound by our need. And our passion would take us beyond our limits to the sweetest, sharpest edge of obsession...


Entwined With You:   
From the moment I first met Gideon Cross, I recognized something in him that I needed. Something I couldn’t resist. I saw the dangerous and damaged soul inside–so much like my own. I was drawn to it. I needed him as surely as I needed my heart to beat.

No one knows how much he risked for me. How much I’d been threatened, or just how dark and desperate the shadow of our pasts would become.

Entwined by our secrets, we tried to defy the odds. We made our own rules and surrendered completely to the exquisite power of possession…


Eva Tramell adalah putri seorang sosialita dan pengusaha kaya yang baru saja pindah ke New York dari San Diego. Dia tinggal dengan sahabatnya, Cary Taylor, seorang model dan juga gay, yang dia sayangi seperti kakaknya sendiri. Eva mendapatkan pekerjaan sebagai asisten di perusahaan advertisement, dan bertempat di kompleks perkantoran Crossfire. Pas dia lagi liat-liat area kerjanya, Eva bertemu dengan seorang pria yang diberi nama Dark and Dangerous, model cowok yang menurutnya memancarkan seks kemanapun dia pergi.

Di hari pertama dia kerja itulah, dia tahu kalau Dark and Dangerous ternyata pemilik Crossfire, gedung tempatnya bekerja. Gideon Cross. Rambut hitam, mata biru, tubuh atletis, ganteng banget. Yah, tipikal dan mirip-mirip gitulah sama Christian Grey. Gideon Cross, yang berumur 28 tahun, disebut sebagai salah satu bujangan paling kaya di Amerika dan lumayan berkuasa di bidangnya. Gideon juga ngerasain ketertarikan pada Eva. Pada awal hubungan mereka, bisa dibilang baik Eva maupun Gideon berusaha untuk beradaptasi. Eva dulu pernah disakiti dan dia sulit menjalin hubungan dengan seorang pria, juga punya masalah trust issue. Eva juga cemburuan, dan juga merasa insecure. Eva sendiri, karena ibunya dan ayah tirinya punya status, adalah seorang sosialita yang trendi dan cukup memerhatikan penampilan. Gideon ngerasa posesif banget sama Eva, orangnya dingin, dan waktu kecil dulu dia juga jadi korban kekerasan. Dalam berbagai hal hubungan mereka membuat mereka berdua sama-sama takut, karena ini merupakan area baru buat mereka. Gideon nggak bisa bilang 'I love you' ke Eva di buku pertama, karena yah, Gideon itu cukup tertutup dan susah banget menunjukkan perasaannya ke Eva, membuat Eva jungkir balik karena nggak yakin dengan niat Gideon.

Buku pertama Crossfire, Bared To You, diterbitkan tahun 2011. Ceritanya berpusat pada hubungan yang dijalin Eva dan Gideon, usaha mereka untuk saling percaya dan saling memahami, karena kan kalian tahu sendiri, cowok seperti Gideon Cross itu pasti punya sederetan mantan kekasih yang membuat Eva sering cemburu dan lari dari Gideon. Halangan di Bared to You kebanyakan berasal dari Eva, yang ngerasa insecure, nggak pede, dan takut dengan masa lalunya. Gideon sendiri juga nggak mempermudah keadaan, dia milih diam dan tertutup, nggak mau ngejelasin apa-apa ke Eva yang akhirnya bikin ceritanya mbulet. Gaaaah *narik rambut frustrasi*. Buku ini aku kasih rating 3 dari 5 bintang karena aku bacanya kayak nonton sinetron. Dan ya ampun, aku benci sinetron.

Buku keduanya, Reflected in You, langsung lanjut dari kejadian buku pertama, yang endingnya sendiri agak gak jelas. Di buku ini, Eva dan Gideon makin dekat, tetapi ketika mimpi buruk Eva dari masa lalunya kembali mendatanginya, dan ditambah dengan sikap Gideon yang di pertengahan buku mulai bikin jengkel, hubungan mereka merenggang. Ditambah lagi, mantan pacar Eva, Brett, yang sekarang seorang bintang rock terkenal, juga berniat ngejalin hubungan lagi sama Eva.

Buku ketiganya berjudul Entwined With You, yang diterbitkan baru bulan ini. Ketika Eva menyadari apa yang sudah dilakukan dan diberikan oleh Gideon, Eva nggak bisa nyalahin Gideon. Di buku ini, meskipun hubungan mereka membaik dan Gideon juga semakin romantis, tapi Eva tetap takut pada beberapa hal. Gideon mulai terbuka sama dia, tetep seksi dan jago di ranjang. Dan ternyata, yang bikin gemes, ini buku nggak selesai di buku ketiga! Well, mau gimana lagi. Terpaksa nunggu buku berikutnya deh, yang bau-baunya ya terbit minimal taun depan.

Gideon dan Eva bukan jenis pasangan biasa buatku, karena sering kali Gideon mengalihkan Eva dengan seks. Eh, sebenarnya nggak masalah sih. I love hot scenes as much as the next girl. Tetapi ketika Eva mulai banyak bertanya, bukannya menjawab atau minimal bilang 'Iya, aku ceritain nanti', Gideon malah menggunakan taktik rayuan, atau kalau nggak mempan, yang pake sikap dingin. Pantesan aja di buku pertama Eva sering lari. Capek kali ya, ngadepin Gideon terus. Gideon sendiri nggak adil nih, kalau Eva deket-deket sama mantan pacar atau cowok lainnya, Gideon langsung meledak. Sementara ketika mantan tunangan Gideon, Corinne, datang ke New York dan mulai mendekati Gideon lagi, Gideon nggak mau ngejelasin duduk perkaranya ke Eva dan masih mengharapkan Eva nggak gondok. Huh. Talk about difficult.

Crossfire terbit hampir di waktu yang bersamaan dengan Fifty Shades. Ada yang ngerekomendasiin Crossfire dan menyandingkannya dengan Fifty Shades. Selain pria kaya keras kepala dan cewek yang langsung terpesona pada pandangan pertama, kayaknya nggak ada terlalu banyak persamaan. Di Crossfire, meskipun kaya, tapi selain mobil, apartemen mewah, dan bisnisnya, nggak terlalu keliatan kalau Gideon itu kaya. Sedangkan di Fifty Shades, keliatan banget kalau Christian itu kayanya ampun-ampunan. Selain itu, tanpa Gideon juga Eva udah kaya kok, hehe. 

Sampai tiga buku ini, aku ngasih rating rata-rata 3.5 lah. Kenapa kok nggak tinggi-tinggi banget, karena aku mulai bisa nebak arah cerita Crossfire setelah buku kedua dimulai. Ada beberapa kejutan di buku ketiga yang bikin aku ternganga karena kesannya kayak 'nambal' cerita, tapi dari segi gaya penceritaan dan plot, Crossfire masih bisa dibilang keren. Rasanya aku lebih suka ketika Sylvia Day nulis paranormal deh.

Mengenai edisi bahasa Indonesia, aku belum tahu ada penerbit yang berencana nerbitin Crossfire. Secara pribadi, sama kayak Fifty Shades, menerjemahkan Crossfire bakalan agak susah, kan banyak yang eksplisit. Misalnya aja pas lagi adegan seks, yang harus kubilang, banyak banget. Haha, namanya juga romans dewasa. All in all, kalau disuruh milih antara Crossfire dan Fifty Shades, aku lebih milih Crossfire.

Nggak ada terlalu banyak extras di Google, hehe. Tapi kalau mau ngecekin blog penulisnya, silakan kunjungi situs Sylvia Day. Dan oh ya, beberapa fans menyediakan contoh gambar cincin yang dipakai Eva dan Gideon. Cincin yang pertama, ada huruf X-nya itu, cincin punya Eva yang dikasih sama Gideon. Cincin kedua, meskipun nggak cocok sama bayanganku, itu cincin yang dipake Gideon.

Source
Source

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...