Monday, February 18, 2013

Turning Nineteen #2 - Lux Series by Jennifer L. Armentrout



Yap, hari ini adalah tanggal sembilan belas Februari yang berarti saatnya sharing Turning Nineteen! :D
Seperti rencanaku sebelumnya, setiap bulan aku akan bikin postingan mengenai serial-serial favoritku. Kali ini, aku membahas tentang Lux (bahasa Latin yang artinya 'cahaya'), serial karya Jennifer L. Armentrout yang meskipun nggak masuk daftar lima seri paling favoritku, tapi juga bisa dibilang serial YA-Fantasy paling keren yang pernah kubaca.

Lux juga memiliki tokoh utama yang nggak disangka-sangka, alien. Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar alien? Makhluk hijau, gendut, berlendir, dan anehkah? Makhluk ekstraterestrial mengerikan seperti di film Alien vs. Predator atau MIB yang wujudnya jelek banget? Tapi bagaimana dengan seorang alien hottie seperti Daemon Black? Mm-mm. Bisa dibilang jarang ada yang menyentuh subjek tentang alien, meskipun bukannya nggak ada. Serial ini berfokus pada Katy Swartz dan Daemon Black. Katie pindah ke Virginia Barat dan kebetulan bertetangga dengan Daemon, kemudian bersahabat dengan Dee (adik Daemon), dan pada akhirnya jatuh cinta pada Daemon. Pada awalnya, Daemon bertingkah seperti total jerk, dan sering bikin Katy marah. Katy seorang bookaholic dan juga blogger (hey, it's just like us the book bloggers!), yang kesel sama Daemon setiap kali Daemon memakai mulut smartass-nya buat entah ngejek Katy atau cuma sekedar bikin Katy marah. Nggak sulit ditebak juga, Katy tertarik sama Daemon. Hmph, itu membuatku mikir kalo sisi romansnya gampang ditebak.

Jennifer L. Armentrout, dari tiga bukunya yang kubaca (Tempting the Best Man, Obsidian, dan Onyx), dia selalu berhasil menyelipkan romans dan humor dari karakter-karakter utamanya. Yah, emang sih bukunya tergolong romance, tapi gaya penceritaannya lucu, menghibur, fresh, dan karakternya juga nggak alay. Ceritanya bagus, ringan, nggak terkesan maksa, dan enchanting.

Jennifer L. Armentrout sendiri bisa membuat sebuah komentar sederhana dari Katy atau kalimat smartass-nya Daemon menjadi interaksi yang lucu, manis, romantis (kadang-kadang) dan juga menghibur. Jennifer juga membuat semua karakternya memiliki kepribadian yang mendalam dan hidup, mulai dari Katy, Daemon, Dee, bahkan sampai ke Ash. Yang orang baik bener-bener terasa baik, yang bad guys bener-bener jahat dan ngeselin. Intinya, karakter Jennifer itu seolah hidup, ada, dan nyata, karena apa yang mereka hadapi juga bisa dibikin berkesan real. Semua tokohnya nggak ada yang terasa palsu, cuma plesteran buat ngelengkapin cerita aja, atau terkesan karakternya dibuat-buat. Membuatku memberikan lima jempol pada Jennifer.


Serial ini terdiri dari lima buku (rencananya), yaitu Obsidian, Onyx, Opal, Origin (belum rilis dan belum cover reveal), dan satu buku yang bahkan belum dikasih judul sama Jennifer. Oh ya, selain Lux, Jennifer juga punya serial Covenant (belum kubaca) dan juga nulis romans dewasa (Tempting The Best Man) sebagai J. Lynn. Guess it means her full name (or full pseudonym) is Jennifer Lynn Armentrout.




Yeah, dari kovernya yang tiga-tiganya selalu menampilkan model Daemon-Katy, aku nggak bisa bilang kalau aku nggak ngiler. He's just so dark, brooding, and intense. Hei, Entangled Publ., darimana dapet model sekeren ITU buat jadi Daemon dan cewek secantik itu buat jadi Katy? Serius deh. Rasanya seolah Daemon ada dan nyata.

Setelah browsing jauh-jauh (di Google) barulah aku tahu kalau model Daemon Black adalah Pepe Toth, dan model Katy Swartz adalah Sztella Tziotziosz, katanya sih mereka orang Hungary. Kata Jennifer L. Armentrout, mereka juga pasangan yang udah tunangan! Wow. They're such lovely couple. I envy them :/ *ditabok*

Ada juga foto-foto Daemon Black dan Katy Swartz, atau dalam kehidupan sebenarnya pasangan Pepe Toth dan Sztella Tziotziosz, seperti misalnya di bawa ini


Source jenniferarmentrout.com

atau yang seperti ini

source here.

Menurutku, dari semua model kover yang aku liat, model Daemon-Katy inilah yang paling cocok dan paling pas dengan karakter bukunya :)

Ini book trailer Obsidian


Buat yang kepengen liat-liat karya Jennifer L. Armentrout lainnya, silakan klik jenniferarmentrout.com

Team Daemon!

Friday, February 15, 2013

Until I Die (Revenants #2)



Judul : Until I Die (Revenants #2)
Author : Amy Plum
ASIN : 0062004042 (ISBN13: 9780062004048)
Edisi : English Kindle (May 2012) by HarperCollins
Genre : YA, Fantasy, Immortal, Paranormal/Supernatural, Romance

I wish there was only today, just right now, and no forever.

It seems fitting that I fell in love in Paris, the most beautiful city in the world. And if I pretend, I can almost believe that my life is normal and everyone I care about is safe.

But as long as I’m with Vincent, “normal” doesn’t exist. Gorgeous, charming, and witty, he’s everything you could ask for in a boyfriend—but his destiny is so much more.

Even more terrifying than his destiny are his dangerous enemies, enemies who will kill for immortality. How are Vincent and I supposed to be together forever if we’re always in danger?

I know I’ll do whatever it takes—even if it means lying to the people I love—to fight against a fate that is trying to tear us apart.
- Goodreads

Review Goodreads buat Die For Me (Revenants #1)

“Now that you are here--now that we're together-- I can't imagine going back to the life I had before. I don't know what I'd do if I lost you now. I love you too much.”

“But now I have something that blows that feeling out of the water. Every time I need a hit of joy, I think about you. You are my solace, Kate. Just knowing that you are in this world, everything makes sense
- Vincent Delacroix

Kate Mercier dan Vincent Delacroix sekarang sedang berusaha mengembangkan hubungan mereka, setelah akhirnya Kate memperoleh izin dan kepercayaan Jean-Baptiste, kepala Revenant Paris. Vincent berusaha agar nggak mati, dan Kate berusaha menerima dan membiasakan diri kalau Vincent ditakdirkan untuk ingin mati. Tapi tetep aja, mereka nggak bisa hidup dengan tenang, karena aktivitas para numa nggak bisa ditebak dan keadaan malah semakin berbahaya.

Di buku ini, menurutku hubungan Kate dan Vincent sedikit mandek. Oke, Vincent is his usual charming self, tapi dia jadi kadang membatalkan janjinya dengan Kate. Di buku sebelumnya, Vincent berjanji sama Kate kalau dia bakal nahan diri supaya dia nggak 'mati', karena di buku pertama itu Kate freaked out saat ngelihat Charles mati. Buku ini langsung nabrak ke usaha Vincent menemukan cara agar dia bisa nahan keinginannya untuk mati. Dan karena usaha Vincent itu rada rahasia, akhirnya Kate memutuskan buat cari cara sendiri. Apalagi karena Vincent jadi berubah banyak karena usahanya itu.

Ada dua tokoh utama baru, Violette dan Arthur. Mereka berdua Revenant yang udah tua banget, sampai ke abad pertengahan itu. Violette dan Arthur didatangkan khusus ke Paris untuk mengawasi pergerakan para numa yang diam-diam tapi menghanyutkan. Sejak awal aku tahu Jules Mercenoir (pengisi buku 2.5), si seniman yang flirty itu, suka sama Kate.

Seri Revenants punyanya Amy Plum menurutku emang beda. Revenants adalah kelompok orang-orang yang mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkan orang lain. Mau detail? Ya baca dong :D *cheeky grin* Selain itu, setingnya di Paris juga membuatku merasa mereka ngajak aku jalan-jalan.

But what was that with the cliffhanger?!?! Apa yang terjadi di akhir cerita membuatku dumbstruck, speechless, nahan tangis, dan aku jadi pengen marah ke penulisnya sambil menggoncang-goncangkan bahunya dan berteriak kenapaaaa?! Jeez, talk about a real bad ending *manyun*

Buku ini emang jadi bikin kita pengen baca buku ketiganya, dimana kuharap ceritanya lebih baik dan berkembang dan karena aku yakin pembacanya pasti mengharapkan ending yang berbeda. Aku sakit hati nih sebenarnya sama Amy Plum *manyun lagi* Tinggal satu buku dan satu selipan aka ceritanya si Jules. Hmm. Jadi makin penasaran sebenarnya, tapi karena sementara ini aku lagi kesel sama serial ini, aku nggak pengen buru-buru cari buku ketiganya.



Review is courtesy for

Wednesday, February 13, 2013

Catching Caroline



Judul : Catching Caroline
Author : Sylvia Day
ISBN : ISBN13 9780982857106
Edisi : English Ebook (2006)
Genre : Dark Romance, Adult, Historical, Erotica, Paranormal

Jack Shaw's reputation as a wicked libertine is well deserved. He lives for the moment, indulging in temporary pleasures. Until Lady Caroline Seton sets her eyes on him and the heat of her gaze lures him in. Now he wants more than one stolen kiss, he wants forever. But Caroline hides a dangerous secret, one that could cost him his life. Will his love be enough to save them both...? - Goodreads

Lady Caroline Seton bertemu dengan Jack Shaw di sebuah pesta dan dalam sekejap dia merasakan chemistry dengan Jack. Jack juga merasakan hal yang sama. Seminggu kemudian, mereka bertemu lagi, tapi setelah mereka berciuman, Caroline memutuskan untuk lari dari Jack.

Karena apa? That's because she's a vampire.

Selama dua tahun Jack mencoba mengejar Caroline, dan akhirnya mereka berdua jadi kucing-kucingan. Jack nggak rela melepas Caroline begitu aja karena Jack yakin kalau chemistry mereka layak untuk didalami *yah apaan didalami?* Sementara Caroline, seperti vampir kebanyakan yang menemukan dirinya jatuh cinta pada seorang manusia, menjauhi Jack karena dia takut pada akhirnya dia akan membunuh Jack.

Hmm, ini lebih tepat disebut novella kali ya? Aku download versi epub-nya dan setelah kuperhatikan cuma dua chapter plus prolog. Tiga deh jadinya. Biasanya aku suka sama Sylvia Day yang bisa bikin karakternya begitu hidup dan dalam. Dari segi karakter, di buku ini baik Caroline maupun Jack nggak terlalu menarik. Yah, habisnya pada akhirnya kesanku mereka cuma passionate doang. Kepribadian mereka nggak terlalu kelihatan, mungkin kecuali sikap nggak gampang nyerahnya si Jack atau sikap ladylike-nya Caroline *because she's a lady, duh!*

Mungkin bisa dimaklumi, karena pada halaman pertama Sylvia Day menjelaskan kalau Catching Caroline itu salah satu buku pertama yang dia bikin, jadi mungkin dari segi cerita dan karakter belum matang. Hmm, tapi menurutku fresh kok. Apalagi karena aku bacanya cuma sekali duduk dan langsung selesai. Sama sekali nggak mengganggu baca ulang Jabril atau For The Love of A Vampire.

Tiga bintang aja deh. Satu buat Caroline, satu buat Jack, dan satu buat kovernya.


Review courtesy for




Fissure (The Patrick Chronicles #1)


Judul : Fissure (The Patrick Chronicles #1)
Author : Nicole Williams
ASIN : ASINB007QR7T2M
Edisi : English Kindle (April 2012)
Genre : New Adult, Paranormal Romance, College Life

Patrick Hayward’s never been a one woman type of guy, that’s why he never dates just one. However, still reeling the loss of the one woman he took a chance on falling in love with to his older brother, Patrick is enrolled—sequestered, if you asked him—at Stanford in hopes of breaking him out of his months long, beard growing, rootbeer chugging, hygiene impaired, funk.

Something breaks when a certain Emma Scarlett storms into his life his first week on campus as he’s suntanning and cat calling when he should be in class. Emma sees through his act and calls him out like she’s seen his kind a million times before, but Patrick knows he isn’t one of a million, he’s one in a million.

Intrigued by this fascinating creature that is ignorant to his charm, surrounded by four older brothers who look at Patrick like he’s a bug they could squish, and dating the same guy for the past six years who gives new meaning to the term territorial boyfriend, Patrick gravitates to her, knowing she’s everything he shouldn’t fall for.

So, of course, he can’t help himself.

Forcing the stars to realign and slapping fate in the face, Patrick takes matters into his own hands and finds a way to wrangle his way into Emma’s life at every chance. As Emma begins to open up to him, he’s about to discover she’s thwarted by as many secrets as he is.

But hers are the kind that make you want to keep your light on at night.

Patrick never could have imagined a more unhappy ever after for himself than the one he's about to face.
- Goodreads

My stomach felt like a family of angry chimpanzees were tearing it apart from the inside out. My palms were wet, long surpassing the clammy stage. I was jittery, anxious, expectant, and about ready to burst from the cacophony of emotions eating me from the inside out. Basically, I felt like a virgin on prom night. Walking down the hotel hall.
-Patrick Hayward

“It’s impossible to not feel better when you’re around. Positively hopeless. I mean, I was feeling crappy. Like, crappy day of the decade award glum. And then in you stroll, smiling that one you’re sending my way now”—she thrust her hands at me in accusation—“and you’re acting all sympathetic, and understanding, and apologetic, and, well . . . perfect.”
-Emma Scarlett

Patrick Hayward is most definitely the funniest--and weirdest--hero I've ever encountered.

Sebenarnya ada banyak hal tentang buku ini yang bisa disukai. Tapi, let's start from the beginning, shall we?

Buat yang sudah baca serial Eden, yang tokohnya William Hayward, Bryn Dawson, dan tentu saja selingannya adalah Patrick, yang jatuh cinta pada Bryn. Di awal buku, Patrick masih kacau karena Bryn dan William akhirnya menikah. Karena kesel si Patrick cuma moping around, akhirnya ayah Patrick nyuruh dia masuk Stanford. Meskipun males dan nggak mood, Patrick nurut. Dan wonder of wonders, miracle of miracles, Patrick ketemu Emma Scarlett yang membuatnya langsung kesengsem.

Masalahnya, Emma punya cowok (who turns out to be the biggest and the douchest of douchebag ever!) dan Emma kelihatannya menghindari Patrick--atau lebih tepatnya menghindari chemistry di antara mereka. Patrick nggak nyerah, dan berusaha keras meyakinkan Emma kalau dia nggak kepengen sekedar mainin Emma aja.

Dan sekarang bagian-bagian menarik di buku ini.

Patrick itu lucu. Selera humornya lebih bagus dari William Hayward, dia tahu caranya bercanda dan jadi seorang smart-ass tapi tetep sensitif dan peduli, gentle, dan oh-so-charming. Patrick juga sering menggunakan frasa dan analogi yang lucu, bikin aku sering banget ketawa. Melihat segalanya dari sudut pandang cowok bikin aku terpikat sama Patrick. Memang sih, pikirannya nggak jauh-jauh juga dari cewek *sigh* tapi tetap aja, aku bisa merasakan betapa dalam perasaannya sama Emma. He's so hilarious, dan aku sering banget ketawa kecil sepanjang baca buku ini. Patrick adalah tipe yang drool-worthy, swoon-over, karena dia selain lucu, tapi juga perhatian, thoughtful, dan dia itu romantis. Banget. He's awfully sweet and a hopeless romantic. Mmm. Patrick, Patrick, membayangkan seandainya saja ada cowok sepertimu di luar sana, minus sejarahnya sebagai ladies-man.

Emma Scarlett itu cewek paling membingungkan dalam sejarah. Aku pengen banget ngelempar dia pake sepatu karena begitu keras kepala. Dia tahu cowoknya brengsek, tapi tetep aja dia ngebelain cowoknya, dan malah berusaha menghindari Patrick. Jeez girl, are you seriously troubled? Maksudku, hellooo, dia bisa ngeliat dan Patrick juga sering banget membuktikan kalau Patrick setidaknya tertarik sama dia, tapi dia memutuskan mengabaikannya, sampai nyaris terlambat. Oh, Emma, kenapa oh kenapa kamu harus jadi cewek yang begitu sulit diambil hatinya, bahkan sama cowok semenarik dan sebaik Patrick?

Alur ceritanya menurutku lebih menarik daripada ceritanya William-Bryn di Eden series. Karakternya Patrick lebih menarik juga dibandingkan William, yang menurutku karakternya lebih biasa dan umum. Emma, meskipun keras kepala, tapi lovable dan juga sebenarnya manis dan cerdas juga. Ceritanya bisa disimpulkan sebagai hilarious, but still emotionally deep.

Aku cuma kasih empat bintang karena ternyata rahasianya Emma nggak segelap seperti yang aku bayangin, apalagi karena di blurbnya terkesan kalau Emma itu bermasalah. Ngerasa agak ketipu karena aku udah mengira Emma itu semacam cewek dengan masa lalu yang begitu kelam -_-


Review courtesy for 


Friday, February 08, 2013

Stand-In Star


Judul : Stand-In Star
Author : Rachael Johns
ISBN : 1426894902 (ISBN13: 9781426894909)
Edisi : English Ebook (Januari 2013) by Carina Press
Genre : Adult, Contemporary, Romance

As an anthropologist, Holly McCartney is more comfortable in a museum than shopping on Rodeo Drive. She isn’t prepared for the media frenzy on her arrival in L.A. to accept a posthumous acting award for her late sister….or for her sister’s gorgeous friend Nate Devlin to come to her rescue. Though he resents her for some reason, she can’t fight their irresistible chemistry—especially when the paparazzi force her to stay at his mansion.

Photographer Nate only agrees to help Holly survive Hollywood for her sister’s sake, but she soon gets under his skin in a way no other woman has. The more time he spends with her, the more his attraction grows and he finds himself opening up to her in ways he never expected. But will ghosts of the past stand in the way of their perfect Hollywood ending?
- Goodreads

He didn’t want Holly to see his chest swelling ridiculously at her words. He had to remind himself he didn’t want a woman, any woman, saying such complimentary things about him. Unless she were talking about things he’d done to her in bed, in that case he was more than happy to listen to compliments till the cows came home.

“You and me, we have some fantastic chemical attraction but it goes so much deeper. When I’m with you, I feel alive. I feel free. Like I don’t have to act or pretend to be someone I’m not. Sure I want to get you into bed at every opportunity…”
-Nate Devlin

Baru-baru ini aku ngebuka akun NetGalley-ku karena di Gmail banyak banget Newsletter dari NetGalley. Aku akhirnya ngirim request buku ini, bersamaan dengan The Demon Lover (Fairwick Chronicles) dan How To Get Over Your Ex (Harlequin KISS). Awalnya sih tertarik karena sinopsis bukunya bagus, dan ini juga masih terbitan baru. Ketika akhirnya sama pihak penerbit diterima, whoa! Langsung download deh.

Kakak Holly McCartney, Daisy, meninggal dan Holly datang ke LA untuk menghadiri penghargaan Academy Awards, dimana Daisy menjadi salah satu nominasi. Holly adalah seorang antropologis kebudayaan, dan waktu sampai di LA Holly ketakutan ketika sekelompok paparazzi mengerubunginya. Untung aja, ada Nate Devlin, ksatria berbaju zirah tapi suka cemberut. Nate 'menyelamatkan' Holly dari para hiu pemegang kamera itu dan mengajaknya tinggal di mansion Nate.

Nate nggak nyangka kalau adik Daisy itu sama sekali nggak kayak yang dibayangkannya--dan cantik banget. Dalam beberapa saat aja, Nate mulai berdebar-debar di sekitar Holly, meskipun dia menolak mengakui dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Nate pada awalnya merasa kesal dan marah sama Holly karena perlakuan Holly pada Daisy. Sekedar info dan spoiler aja nih, Nate itu punya affair dengan Daisy.

Biasanya aku suka kalau cowoknya sweet ke si cewek. Tapi Nate, dari awal sampai kira-kira pertengahan buku, dia bener-bener image cowok keras kepala dan egonya tinggi *pengen nendang bokong Nate* Dia juga jadi galak banget ke Holly karena dia menganggap Holly 'kejam' sama Daisy saat Daisy masih hidup. Dia juga jadi emosional di sekitar Holly. Tapi ketika akhirnya dia tahu alasan Holly menjauhi Daisy, Nate berusaha untuk menerima kalau dia suka sama Holly.

Holly sendiri seenggaknya udah menerima kalau dia tertarik sama Nate sejak awal. Dia tipenya agak gampang curigaan, sama-sama keras kepalanya, dan unik banget. Aku nggak bisa nahan ketawa saat dia malah ngeri belanja di Rodeo Drive.

Stand-In Star memberikanku sedikit insight mengenai kehidupan selebriti. Nate adalah fotografer terkenal, dan Daisy dulunya juga termasuk Hollywood babe. Holly malah ketakutan saat dia dihadapkan pada paparazzi dan nggak suka shopping. Ceritanya mengalir dan lurus, tapi menarik. Entah kenapa, saat membaca, aku jadi ikut degdegan karena nggak tahu ini lanjutannya gimana. Antisipasi pembaca saat mengikuti tiap chapter seolah dibangun. Ceritanya juga nggak gampang ditebak, meskipun endingnya bisa ditebak. Dan karena tokohnya nggak terlalu banyak, jadi gampang melibatkan diri pada emosi Nate dan Holly. Menurutku ceritanya dalem, nggak klise, dan oh-so-sweet.

Sebagai buku selingan diantara buku-buku fantasy, Stand-In Star bisa dimasukkan ke dalam kategori cemilan enak. Ringan, menyentuh, dan manis. Lima bintang menurutku nggak berlebihan ya, mengingat ini buku romance dewasa.


Review is Written for 2013 Boooks in English Reading Challenge


Tuesday, February 05, 2013

Archangel's Storm (Guild Hunter #5)

Judul : Archangel's Storm (Guild Hunter #5)
Author : Nalini Singh
ISBN : 0425246582 (ISBN13: 9780425246580)
Edisi : English Paperback (September 2012) by Berkley Sensation
Genre : PNR, Angel, Vampire, Adult, Urban Fantasy

Enter New York Times bestselling author Nalini Singh’s darkly beautiful world of archangels and immortal power, as a pact is sealed between two souls bound by blood, stirred by desire, and driven by vengeance…

With wings of midnight and an affinity for shadows, Jason courts darkness. But now, with the Archangel Neha’s consort lying murdered in the jewel-studded palace that was his prison and her rage threatening cataclysmic devastation, Jason steps into the light, knowing he must unearth the murderer before it is too late.

Earning Neha’s trust comes at a price—Jason must tie himself to her bloodline through the Princess Mahiya, a woman with secrets so dangerous, she trusts no one. Least of all an enemy spymaster.

With only their relentless hunt for a violent, intelligent killer to unite them, Jason and Mahiya embark on a quest that leads to a centuries-old nightmare… and to the dark storm of an unexpected passion that threatens to drench them both in blood. - Goodreads

Jason, spymaster-nya Archangel Raphael, diminta oleh Raphael untuk menginvestigasi pembunuhan Eris, suaminya Neha sang Queen of Poison. Untuk meraih kepercayaan Neha, Jason harus bersedia mengikat dirinya melalui Putri Mahiya, anak angkatnya Neha.

Masalahnya, Mahiya itu anaknya Nivriti, adik Neha, sama si Eris. Whoa. Berarti suaminya menghamili adiknya sendiri. That was screwed up. Neha memenjarakan Eris dan menghukum mati Nivriti. Mahiya dari luar punya manner seorang putri yang sempurna, tapi dalam hatinya dia menyembunyikan keinginan untuk bisa bebas dari istana Neha. Selama tiga ratus tahun Mahiya terpenjara di istananya Neha, diperlakukan dingin tapi kejam sama si Archangel of India. Mahiya tahu ibunya adalah Nivriti, jadi dia menerima perlakuan Neha.

Jason lahir dari angelic parents yang dulunya sempat dianggap sebagai pasangan angelic paling romantis. Tapi sesuatu terjadi di masa kecilnya, dan Jason akhirnya dibawa ke Refuge dan lama-lama dia jadi anggota Seven. Awalnya, tentu aja Jason cuma merasakan ketertarikan seksual, tapi lama-lama Jason jadi peduli dan perhatian sama si putri ini. Pelan-pelan, hubungan Jason dan Mahiya berkembang. Jason bersumpah untuk melindungi Mahiya dari Neha dan membawanya pergi *cieeeh*

Cinta Jason dan Mahiya lebih lembut dan kalem dibandingkan sama Elena-Raphael atau Dmitri-Honor, yang lebih berapi-api. Their love is gentle and sweet, sedangkan yang lainnya di seri ini lebih passionate. Aku suka sama Jason, yang mungkin dibandingkan Dmitri, pendiam. Tapi dia nggak kalah romantis lho :D And of course, as Raphael's seven, he's as dangerous and deadly as the others.

Mahiya sendiri, meskipun dari luar dia kelihatannya rapuh, penurut, dan patuh sama Neha, aku suka dengan tekadnya yang kuat untuk nggak membiarkan Neha menjadikannya seperti Anoushka, anak kandung Neha (dibunuh sama Raphael dan Michaela di buku kedua). Sifatnya tertutup, tapi begitu Mahiya merasa nyaman sama Jason, Mahiya jadi lebih pemberani. Anggap aja Mahiya itu kayak putri Solo penurut di luarnya, tapi di dalamnya dia mengacungkan jari tengah ke Neha.

Serial ini udah diterbitin di Indonesia, tapi karena udah terlanjur baca English, ya mau gimana lagi. Nalini Singh sekali lagi memukauku ke dalam dunianya, dunia yang dipimpin para Archangel. Cara Nalini Singh bercerita membuatku merasa seperti bisa memahami perasaan para karakternya, dan melibatkan diriku ke dalam ceritanya. Pokoknya keren, amazing, mesmerizing, dll. Two thumbs up deh buat Nalini Singh.


Review dibuat dalam rangka 2013 Books In English Reading Challenge


Losing It

Judul : Losing It
Author : Cora Carmack
ISBN : 0988393506 (ISBN13: 9780988393509)
Edisi : Ebook English (October 2012)
Genre : Contemporary, New Adult/Chicklit, Romance
Tanggal Selesai Baca : 22 Januari 2013

Virginity.

Bliss Edwards is about to graduate from college and still has hers. Sick of being the only virgin among her friends, she decides the best way to deal with the problem is to lose it as quickly and simply as possible-- a one-night stand. But her plan turns out to be anything but simple when she freaks out and leaves a gorgeous guy alone and naked in her bed with an excuse that no one with half-a-brain would ever believe. And as if if that weren't embarrassing enough, when she arrives for her first class of her last college semester, she recognizes her new theatre professor. She'd left him naked in her bed about 8 hours earlier.
- Goodreads

“He stepped away from me to talk, and I leaned heavily against the wall beside his door. Clearly, I was not meant to have sex. This was God telling me that I was meant to be a nun. Get thee to a nunnery, and all that crap. I was so delirious I was confusing God and Shakespeare.”

“Sometimes, saying the first thing that came to mind went well. Sometimes simple and honest worked the best.”
-Bliss Edwards

Liburan tahun baru, karena kepengen baca buku yang 'enteng', akhirnya aku pinjem deh Kindle-nya kakakku dan baca Losing It. Hehe, maaf ya, Secret Santa-ku yang baik, karena Matched-nya aku pinggirin sebentar *menangkupkan kedua tangan dan nyengir gaje ke Secret Santa*

Bliss Edwards kuliah di jurusan teater, dan sampai sekarang masih perawan. Karena dia rada-rada malu (mind you, di Amerika kalau umurmu udah umur kuliahan, hampir lulus, dan masih perawan, kamu dianggap aneh. Nggak semua kasus kayak gitu sih, kebanyakan aja), akhirnya Bliss memutuskan untuk melakukan one-night-stand dan ikut temennya, Kelsey, nyari cowok di bar.

Ketemulah dia sama Garrick Taylor. Bliss langsung suka dan bertekad kalau malam itu dia bakal tidur sama Garrick. But she chickened. Bliss ninggalin Garrick di ranjangnya setelah satu sesi make-out yang lumayan hot *kipas-kipas* dengan alasan yang bakalan kalian ketawain. Ketika dia masuk kuliah lagi, surprise! Garrick ternyata dosennya!

Interaksi antara Bliss-Garrick lucu banget. Selera humor Bliss nggak terlalu bagus sih, tapi kata-kata yang digunakannya untuk mendeskripsikan sesuatu membuatku tertawa beberapa kali. Bliss memang nggak bener-bener innocent, kecuali dia masih perawan. Tapi yeah, apa yang dipikirkannya kadang membuatku amazed, entah amazed seneng, atau bahkan yang bikin aku ngerasa pengen mukul kepalanya. Garrick is handsome, thoughtful, tapi dia nggak bilang ke Bliss mengenai perasaannya, sampai nyaris terlambat. Bliss takut karena secara teknis Garrick itu dosennya, tapi dia juga jatuh cinta sama Garrick.

Bukunya bagus deh, dan model kovernya juga yumm. Cowoknya, maksudnya. Tapi ceweknya juga cantik. Posenya juga lho, simple yet it tells much about them. Sebagian temen GR suka sama buku ini, dan ratingnya rata-rata 3,88 di Goodreads. Mereka pasangan yang unbelievable, tapi untungnya novel ini nggak alay dalam bikin konflik. Lebih terkesan 'biasa'. Ada kan novel yang alay dan dramatis banget. Cora Carmack lebih ke arah simpel tapi tetep romantis dan menghibur juga. Kalo pengen sesuatu yang ringan dan bikin ketawa, mungkin Losing It bisa jadi pilihan.




Monday, February 04, 2013

Kenapa Lebih Suka Buku English?

Selama sekitar dua tahun ini (mungkin sejak kelas 2 SMA), aku semakin aktif membaca novel. Pertamanya, karena aku berkenalan dengan Goodreads dan keajaiban buku terjemahan *heh?* Aku jadi suka banget buku-buku yang setingnya ada di luar negeri, karena menurutku gini: kalau sementara ini aku belum bisa pergi ke Amerika, London, dan Paris, kenapa gak baca bukunya aja? Akhirnya mulai deh aku berburu buku-buku terjemahan.

Frankly, aku lebih milih terjemahan. Entah kenapa, kadang aku merasa buku Indonesia itu gampang ditebak. Di Goodreads aku juga ketemu sama temen-temen yang juga suka sama buku-buku terjemahan, dan bahkan versi aslinya. Iseng dan penasaran, aku beli buku impor pertamaku, Where She Went-nya Gayle Forman dan baca buku-buku ebook lainnya. Dalam bahasa Inggris, sodara-sodara! Ini bikin heboh temen-temen sekelasku waktu aku bawa-bawa laptop dan waktu istirahat bukannya ngibrit ke kantin tapi malah baca. Kebiasaan ini juga bikin temen-temenku angkat alis, malah seingatku dulu ada yang ngejek aku. Aku ngacungin jari tengah ke mereka dan bilang 'kalau kalian bisa punya hobi habisin duit buat ke salon, kenapa aku nggak bisa punya hobi baca buku?'. Well, that shut them up.

Secara pribadi, aku memang lebih suka menghabiskan uangku buat beli buku. Semakin dengan berkembangnya informasi yang kudapat mengenai buku-buku English ini, semakin cinta juga aku pada buku-buku jenis ini. Ayahku aja sampe heran kok -,- Kenapa aku nggak kayak anak-anak cewek lainnya yang hobi ngemall dan jalan-jalan, malah asyik ngeblog dan ngumpulin buku-buku gak jelas.

Anyway, ada juga yang tanya kenapa aku suka buku English, kenapa nggak nunggu aja sampai diterbitin di Indonesia?

Aku baca buku English pertama karena kebiasaan, dan kedua karena aku pengen mengembangkan kemampuanku berbahasa Inggris. Di SMA dulu, aku bisa dibilang pemegang nilai TOEFL tertinggi (maaf, ga bermaksud nyombong), dan kebiasaan itu berlanjut ke kuliahan. Aku suka mengenal kata-kata dan vocab baru dalam bahasa Inggris, baik phrase, idiom, peribahasa, dan sebagainya. Aku punya ambisi pribadi bisa tinggal di Amerika, dan itung-itung belajar bahasa Inggris lah. Kemudian, ketika sebuah buku diterjemahkan, biasanya esensi yang membuat buku itu menarik jadi terasa off atau kurang. Menerjemahkan kan, kalau misalnya diterjemahkan kata-per-kata aka verbatim, pasti nggak cocok. Akhirnya, kadang versi terjemahan dan versi aslinya jadi ngaco. Dan anehnya lagi, aku lebih cepet nangkep frase-frase dalam bahasa Inggris dan lebih gampang ngertinya. Ada lagi, kadang buku terjemahan itu lamaaa banget terbitnya. Kan jadi males.

Sebenarnya, masalah kayak gini ini cuma masalah preference aja. Ada juga lho, yang nge-judge aku sombong, sok baca buku bahasa Inggris segala. Banyak, malah. Tapi ini kan apa yang aku suka, dan orang nggak berhak ikut campur. Komentar boleh, tapi aku nggak bakalan peduliin. Memang, aku bisa bilang kalau kebiasaan ini juga jadi semacam guilty pleasure, karena aku jadi menghabiskan banyak waktu di depan laptop, hape, Kindle pinjeman, dan semacamnya. Minus mataku jadi nambah :(

Jadi, termasuk kategori manakah kamu? Baca buku Indonesia atau buku English?

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...