Tuesday, March 05, 2013

Fifty Shades Freed (Fifty Shades #3)


Judul : Fifty Shades Freed (Fifty Shades #3)
Author : E.L. James
ISBN :1612130607 (ISBN13: 9781612130606)
Edisi : English Paperback (Januari 2012) by The Writer's Coffee Shop Publ. House
Genre : Adult, Contemporary, Romance, Erotica

When unworldly student Ana Steele first encountered the driven, damaged young entrepreneur Christian Grey, it sparked a sensual affair that changed both their lives irrevocably. Shocked, intrigued, and ultimately repelled by Christian's singular sexual tastes, Ana demanded a deeper commitment; determined to keep her, Christian agreed. Now, together, they have more-love, passion, intimacy, wealth, and a world of infinite possibilities. But Ana always knew that loving her Fifty Shades would not be easy and being together poses challenges neither of them ever anticipated. Ana must somehow learn to share Christian's opulent lifestyle without sacrificing her own integrity, identity, or independence; Christian must somehow overcome his compulsion to control and lay to rest the horrors that blighted his past and haunt his present. Just when it seems that together their love can conquer any obstacle, tragedy, malice and fate combine to make Ana's worst nightmares come true. - Goodreads

Buku terakhir trilogi Fifty Shades.

Sayangnya, Fifty Shades Freed nggak memenuhi harapanku sebagai dessert buat penutup seri ini. Aku entah kenapa lebih suka sama buku keduanya. Aku sendiri nggak tahu kenapa. Mungkin karena akhirnya aku bosen sama masalah Christian-Ana yang itu-itu aja. Christian yang overbearing, gampang cemburu, terlalu protektif. Sweet, iya. But sometimes he acts like an adolescent. Ana, masih juga insecure.

Ana dan Christian menikah--akhirnya! Setelah 'pacaran' cuma sekitar tiga bulan--and that's weird, even for me--mereka memutuskan buat menikah. Menikah bukan berarti masalah mereka selesai. Masih ada masalah Ana yang masih terganggu dengan fakta Christian dulu berhubungan dengan Elena, wanita yang memperkenalkan Christian dengan dunia BDSM. Christian is still the kinky fifty shades, but hot anyway. Ada juga ancaman dari pihak lain yang sepertinya mengincar Ana dan Christian.

Mungkin bisa dibilang aku mulai bosan, habis rasanya kok diulang-ulang terus polanya. Ana yang masih insecure dan naif banget, Christian yang masih terlalu tukang atur dan pemaksa, dan isu-isu hubungan mereka yang teteep aja dari dulu sampai sekarang. Meskipun aku merasa ada yang off dan kurang di buku ini, endingnya juga agak maksa deh ya. Seolah harus dipanjang-panjangin masalahnya *whew*

Secara keseluruhan aku suka sama serialnya. Ada yang bilang Fifty Shades mau diterjemahkan ke bahasa Indonesia. But excuse me, tapi kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pasti bakalan terjadi penyensoran besar-besaran dan akibatnya malah esensi buku ini nggak kerasa. Ini menurutku sebagai pembaca versi English lho ya. Karena ada juga yang berpendapat justru isu-isu mengenai Dom/sub –yang sebenarnya juga merupakan akar permasalahan antara Ana dan Christian—di serial ini yang bikin ceritanya menarik. Dan aku tahu di Indonesia BDSM itu nggak dikenal luas (kecuali oleh pembaca-pembaca English yang kebetulan aja pernah baca). Penerjemahannya apa nggak jadi rumit ya?

Oya, selain itu, tahun 2014 dikabarkan kalau Fifty Shades juga bakal jadi film. Christian Grey konon katanya bakalan diperankan Ian Somerhalder (yang cinta mati sama The Vampire Diaries pasti tahu kok). Hm, penasaran juga jadinya.

Yak. Bukunya sudah habis, endingnya begitu juga, nggak kerasa menggigit. Agak sedih juga sih serialnya udah habis, tapi lebih karena aku mengharapkan ending yang lebih bagus. Secara keseluruhan dapet tiga setengah bintang buat serial ini. Daripada buku ketiga, aku masih milih buku keduanya :)

6 comments:

  1. Hi. Liked your review. Aku juga penasaran apa di Indonesia bakalan terbit. Secara, aku ga yakin genre erotika (terjemahan) beredar luas di Indonesia. Gimana coba mo nyensor adegan segitu banyaknya? Aku sendiri pernah harus nyensor semacam itu, and it totally sucked.

    Btw, what's your dream cast for Christian? Check out mine di sini: http://reviewsbythegeek.wordpress.com/2013/06/24/btt-2-2/

    ReplyDelete
  2. Menerjemahkan Erotica ke Indonesia bakalan jadi tantangan tersendiri kayaknya. Dan memang sih, aku belum pernah (atau jarang) ketemu Erotica dalam bentuk terjemahan. I think it's better to enjoy them in their original language, more fun that way

    I suck at casting, but well, Andrew Garfield or Gaspard Ulliel?
    Aku suka sama David Gandy, but I love him too much as Roarke, so I hate putting him as anyone else :D

    ReplyDelete
  3. seriusan mau di terjemahkan. emang bakal lulus sensor tuh????

    ReplyDelete
  4. @Diana
    Dari pola yang aku liat di Indonesia, penerbit sering nerjemahin buku dengan embel-embel 'bestseller' tanpa benar-benar melihat respon pembaca sebenarnya. Penggemar serial ini fifty-fifty deh menurutku, ada yang suka, ada yang enggak. Dan aku bener-bener nggak yakin ini jenis buku yang bakalan lulus sensor tanpa dicap 'porno'. Orang Indo kan rada alay gitu mengenai masalah-masalah seperti ini

    ReplyDelete
  5. Aku melewatkan intinya. Aku nggak yakin Fifty Shades bakal diterjemahin di Indonesia, tapi ngeliat banyak yang nyari, mungkin ada penerbit yang mau nyoba. Tapi jujur aja, aku nggak bakal ngebaca versi Indonesia karena takut mengacaukan impresiku (kayak waktu aku baca Shiver dalam dua bahasa yang berbeda)

    ReplyDelete

Feel free to leave comments :)
Any comment is welcome! Spams, commercials, and offensive comments will be deleted promptly.

Thank you for visiting~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...