Saturday, October 27, 2012

Reflected in You (Crossfire #2)


Judul : Reflected in You (Crossfire #2)
Author : Sylvia Day
ISBN : 0425263916 (ISBN13: 9780425263914)
Edisi : English Paperback (October 2012) by Penguin Group USA.
Genre : Adult, Romance, Contemporary

Gideon Cross. As beautiful and flawless on the outside as he was damaged and tormented on the inside. He was a bright, scorching flame that singed me with the darkest of pleasures. I couldn't stay away. I didn't want to. He was my addiction...my every desire...mine.

My past was as violent as his, and I was just as broken. We'd never work. It was too hard, too painful...except when it was perfect. Those moments when the driving hunger and desperate love were the most exquisite insanity. We were bound by our need. And our passion would take us beyond our limits to the sweetest, sharpest edge of obsession...Intensely romantic, darkly sensual and completely addictive, Sylvia Day's `Reflected in You` will take you to the very limits of obsession - and beyond. -Goodreads

This book came with Onyx but I postponed the reading until I finished Onyx up. Nothing personal, but I didn't really like the book one. So, when I finished reading the book, I was like, nooo!! Why didn't I read it sooner???

Tahu lagunya Sarah McLachlan, Stupid?

how stupid could I be
a simpleton could see
that you're no good for me
but you're the only one I see

Kadang aku ngerasa Eva ini agak terlalu 'lemah' kalo soal Gideon. She says she wouldn't beg, but she does anyway. Gideon adalah titik lemahnya.

Semuanya berjalan lancar, dan bukunya langsung nyambung ke hari setelah Eva nangkep basah Cary, teman seapartemen dan sahabatnya, ngadain menage di ruang tamunya. Inget kan aku bilang di Bared To You kalau endingnya gantung? Ternyata disambung langsung di buku kedua, nggak kayak serial lainnya yang kalo lanjut, setingnya beberapa waktu setelah buku pertama. It was fast-paced, and I was a bit taken aback. Nah, hubungan Eva dan Gideon makin serius, makin intens, dan itu membuat Eva dan Gideon jadi kewalahan. Gideon yang control freak berusaha menjauhkan Eva dari 'masalah' meskipun akhirnya membuat Eva kesal dan ngebales Gideon.

Sayangnya, seperti halnya semua hubungan yang keliatan sempurna di permukaannya, trouble in paradise. Tiba-tiba aja Gideon, yang emang mercurial tapi tetep perhatian sama Eva, menjaga jarak dari Eva dan bahkan kembali mengencani mantan tunangannya, Corinne. Jelas aja Eva marah, dan nggak cuma marah, Eva akhirnya mutusin Gideon.

It is a hard break-up. Eva berusaha keras untuk move on meskipun dia masih nggak bisa ngelupain Gideon. Gideon merahasiakan sesuatu dari Eva, dan meskipun Gideon meminta Eva bersabar, kali ini Eva nggak bisa nerima diamnya si Gideon dan dia ngerasa udah mencapai ambang batasnya.

Pasangan yang sama-sama kacau. Mendingan di Fifty Shades, dimana Ana nggak bener-bener punya masa lalu yang bisa mempengaruhi hubungannya dengan Christian. Eva dulu sempat berkencan dengan Brett Kline (and now he's a hot front man of a famous rock band) yang ngejar-ngejar Eva lagi dan ada juga masalahnya dengan mantan kakak tirinya. Past issues? Jelas. Apalagi Gideon. Gideon sangat tertutup dan secretive dengan masa lalunya, takut kalau apa yang terjadi padanya bisa membuat Eva lari.

Meskipun pada akhirnya aku tahu alasan Gideon ngejauhin Eva, tetep aja itu bikin aku pengen mukul dia karena dia bener-bener bebal. Ada lebih banyak emotional roller coaster di buku ini dibandingkan buku pertama, karena masalah mereka berdua bukan lagi cuma masalah kecemburuan satu sama lain. Di buku ini, selain kecemburuan Gideon pada Brett dan kecemburuan Eva pada Corinne, ada masalah lain yang sedang bersembunyi dan nunggu kesempatan emas buat ngacauin hubungan mereka. Ceritanya intens, membuatku ikut nahan napas dan ikut ngerasain sakit hatinya Eva, dan secara keseluruhan perfect. Ada beberapa hal yang menurutku masih off dan bikin aku nggak enak, but it's a shame to give such a great book less than a full rate, right?



Friday, October 19, 2012

Onyx (Lux #2)


Judul : Onyx (Lux #2)
Author : Jennifer L. Armentrout
ISBN : 1620610116 (ISBN13: 9781620610114)
Edisi : English Paperback (Agustus 2012) by Entangled Teen
Genre : YA, Paranormal Romance, Aliens (!), Urban Fantasy

Being connected to Daemon Black sucks…

Thanks to his alien mojo, Daemon’s determined to prove what he feels for me is more than a product of our bizarro connection. So I’ve sworn him off, even though he’s running more hot than cold these days. But we’ve got bigger problems.

Something worse than the Arum has come to town…

The Department of Defense are here. If they ever find out what Daemon can do and that we're linked, I’m a goner. So is he. And there's this new boy in school who’s got a secret of his own. He knows what’s happened to me and he can help, but to do so, I have to lie to Daemon and stay away from him. Like that's possible. Against all common sense, I'm falling for Daemon. Hard.

But then everything changes…

I’ve seen someone who shouldn’t be alive. And I have to tell Daemon, even though I know he’s never going to stop searching until he gets the truth. What happened to his brother? Who betrayed him? And what does the DOD want from them—from me?

No one is who they seem. And not everyone will survive the lies…
-Goodreads

Daemon was a total babe, but he was stab-worthy, which, at times, zeroed out the babe part.

He was still a total smartass. And yeah, that smug grin still irked me. But I loved him. And the jerk loved me, too. -Katy Swartz

Begitu aku nyampe di rumah setelah seminggu bergulat dengan tugas kuliah dan ngeliat buku ini nangkring dengan manis di atas kasur, aku langsung lonjak-lonjak kegirangan. Aku telat dua bulan nih bacanya--dan aku bener-bener nggak sabar buat baca Onyx dan nerusin ceritanya Daemon-Katy.

“Stop distracting me, Kitten. Back to my bet—by New Year’s Day, you’ll have admitted that you’re madly, deeply, irrevocably, and irresistibly in love with me.” -Daemon Black

How cool is that sentence from Daemon?

Di Onyx, Katy dan Daemon makin dekat--meskipun kedekatan mereka nggak terlalu mulus karena Katy meragukan banyak hal dari Daemon. Setelah kejadian di buku satu, dimana Daemon nyembuhin Katy setelah Katy membunuh seorang Arum, Daemon dan Katy jadi terhubung--Katy bisa ngerasain kalo Daemon deket, begitu juga sebaliknya. Kemudian Katy akhirnya nyadar kalau gara-gara Daemon nyembuhin dia pake kekuatannya sebagai Luxen, Katy jadi punya kemampuan-kemampuan yang mirip sama Daemon. Hal-hal aneh terjadi pada Katy, dan membuat Katy sendiri ketakutan. Takut DOD bakalan mencium kalau Katy dan Daemon terhubung satu sama lain dan takut nasibnya dan Daemon bakalan berakhir kayak Dawson-Bethany, kakak Daemon.

Selain kebingungannya mengenai kekuatannya sendiri, Blake Saunders muncul. He's an eye candy and easy-going. Tentu saja Katy jadi tertarik sama Blake. Apalagi Blake mengklaim dia juga sama seperti Katy--dia juga punya kekuatan Luxen dari temannya yang nyembuhin dia.

Waaah, bukunya seru banget! Aku jadi berasa ikut naik emotional roller-coaster-nya si Katy. Di satu sisi, Katy takut kalau perasaannya ke Daemon--dan sebaliknya--ternyata cuma akibat penyembuhan si Daemon. Belum lagi si Daemon bertingkah kayak pacar yang cemburu--ini kata-kata Suze Simon--dan sering ngegangguin Katy-Blake kapanpun mereka cuma berduaan. It's kinda cute anyway. Aku ngerti dilemanya Katy. Dia kepengen terus sama Daemon, tapi dia juga nggak kepengen DOD tahu tentang dirinya dan pada akhirnya bakalan membahayakan Daemon dan Dee. Daemon jadi semakin protektif terhadap Katy, dan juga jadi agak posesif. Ada beberapa bagian dimana aku mulai bisa nangkep gimana sebenernya pribadi seorang Daemon Black--Luxen seksi yang berhasil membuatku meleleh setiap kali Daemon menunjukkan sweet side-nya. Di Onyx, Daemon bakalan lebih terbuka dengan perasaannya sendiri dan dalam menunjukkannya ke Katy. Daemon di Onyx nggak setertutup dan nggak sebrengsek Daemon di Obsidian. Hubungan mereka berdua juga berkembang pesat di Onyx, dan nggak membuatku malas atau bosan nerusin. Udah baca sekitar tiga kali, sampai hari ini. Dan sekarang proses baca lagi di Chapter 3.

Katy, seperti biasa, masih smart-ass. Daemon juga sih, tapi masih bearable lah. Aku suka sama gaya penceritaan Jennifer L. Armentrout yang selalu berhasil membuat karakter-karakternya terasa nyata dan hidup. Mulai dari gaya bicara, gaya bahasanya. Ada semakin banyak quote keren. Ceritanya juga bener-bener bikin aku ikut deg degan. Dan endingnya! Ooooh. So sweet...tapi sukses bikin aku penasaran setengah mati. Jadi gimana dong? Opal masih lama nih terbitnya.

Aku biasanya nggak mengharapkan lebih dari sekuel sebuah seri--terutama kalau ceritanya masih bersangkutan dengan buku sebelumnya dan tokohnya juga sama. Tapi Jennifer L. Armentrout membuatku terpukau, dan beliau langsung masuk jajaran Top 5 author favoritku (nomer 1 masih Meg Cabot, 2 masih Nalini Singh, tapi Jennifer L. Armentrout duduk di kursi ketiga). Tapi Onyx melampaui harapanku, and I do know my expectation were high. Dan kover buku-bukunya Jennifer L. Armentrout masih sukses bikin aku ngiler. Aku nggak sabar nungguin Opal terbit :)


Friday, October 12, 2012

Dari Asap dan Tulang (Daughter of Smoke and Bone #1)


Judul : Dari Asap dan Tulang (Daughter of Smoke and Bone #1)
Judul Original : Daughter of Smoke and Bone
Author : Laini Taylor
Translator : Primadonna Angela
ISBN : 9789792287813
Edisi : Bahasa Indonesia, Paperback (September 2012) by Gramedia Pustaka Utama

Pada zaman dahulu,
seorang malaikat dan iblis jatuh cinta.
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah.

Langit terbelah dan banyak sosok asing berwajah rupawan turun ke bumi, menyembunyikan sayap api mereka dalam ilusi agar bisa berbaur dengan manusia. Birai-birai pintu di penjuru dunia mereka tandai dengan cap tangan hitam yang melesak terbakar pada kayu atau logam.

Sementara itu, di suatu tempat di Praha, Karou, gadis 17 tahun, siswa sekolah seni di Praha, menjalani kehidupannya yang tampak normal. Tetapi ia selalu membawa-bawa buku sketsanya yang berisi gambar monster-monster aneh dan menyeramkan––chimaera yang merupakan makhkluk terdekat yang ia punya sebagai keluarga.

Kehidupan Karou akan berubah dalam semalam. Tanpa ia sadari, peperangan antardua dunia yang kejam akan melibatkan dirinya.
-Goodreads

Ngeliat kovernya bikin aku penasaran dan ngiler lho. Sayap biru yang jatuh? Kadang Malaikat bikin aku bosen karena udah nggak terhitung berapa banyak nover tentang malaikat yang aku baca. Dan sebenernya saat aku beli buku ini aku bener-bener 'buta' dan aku cuma berharap pada Tuhan kalau aku nggak bakal kecewa sama bukunya, karena saat itu aku belum lihat review-review dari Goodreads. Yah, sheer curiousity aja lah. Aku ngeliat buku ini di rak new release dan langsung ambil, main comot aja (padahal harusnya aku beli Unearthly - Cynthia Hand, atau Heavenly - Jennifer Laurens).

Karou--tanpa nama belakang kayaknya--adalah cewek 17 tahun yang bersekolah di sebuah sekolah seni di Praha. Praha selalu mengingatkanku sebagai pusat sihir tertua di Eropa. Dia cewek berambut biru (hasil permohonannya pada Brimstone), punya tato di tubuhnya, tapi dia pinter ngegambar dan bener-bener cantik. Sejak kecil Karou dirawat oleh Brimstone dan tiga anak buahnya yang lain, empat chimaera lainnya. Karou sendiri mengerjakan beberapa hal untuk Brimstone, yang seorang penyihir di kalangan chimaera dan bekerja menjual permohonan.

Di seluruh dunia, portal-portal menuju dunia chimaera ditandai oleh para malaikat, untuk dibakar dan dimusnahkan sebagai bagian perang yang sudah berlangsung selama seribu tahun antara seraphim dan chimaera. Akiva, salah satu malaikat itu, bertemu Karou di Marrakesh dan merasa harus membunuh Karou karena meskipun Karou manusia, tapi dia memegang simbol iblis di tangannya. Akiva malah nggak jadi membunuh Karou karena Karou mengingatkan Akiva pada kekasih chimaera-nya. Bertahun-tahun yang lalu, Akiva jatuh cinta pada seorang chimaera, tapi akhir cinta mereka nggak berakhir bahagia. Penasaran dengan identitas Karou yang sebenarnya, Akiva malah mengikuti Karou. Ketika akhirnya Akiva tahu siapa Karou sebenernya, dia bimbang. Apakah dia harus meninggalkan saudara-saudara seraphim-nya untuk melindungi Karou atau membunuh Karou?

Jadi siapa sebenarnya Karou? Apa yang sebenernya terjadi pada Akiva dan kekasih chimaera-nya? Dan apa peran Brimstone, si chimaera tua itu? Dan apa penyebab perang antara seraphim dan chimaera?

Beberapa bab pertama, pertanyaan-pertanyaan di atas selalu membuatku penasaran, dan jujur saja, itu yang membuatku terus-menerus membalik halaman buku ini. Awalnya, aku agak bingung dengan berbagai macam penjelasan mengenai kehidupan Karou. Tapi akhirnya aku harus mengakui kalau tokoh-tokoh novel ini menarik. Karou, Akiva, bahkan Brimstone. Seneng banget waktu akhirnya aku tahu siapa Karou sebenernya, tapi juga hancur waktu endingnya nggak berjalan sesuai yang kuharapkan. Dan seru juga, karena setingannya nggak di Amerika, tapi di Praha. Praha, from all places! Dan Karou juga jalan-jalan ke Marrakesh, ada juga yang di Riyadh, ke Paris. Meskipun nggak bener-bener berasa keliling dunia, buatku lumayan banget!

Buku ini nggak bikin aku bosen bacanya. Enak dan juga kalimatnya ringan. Aku harus angkat jempol buat Mbak Donna yang nerjemahin buku ini. Aslinya aku lagi bersusah payah beradaptasi dengan kehidupan kuliah yang nggak seperti apa yang kuharapkan, dan buku ini membantu mengusir kebosanan karena nggak bisa pulang ke rumah.

Nggak sabar nunggu buku keduanya, yang katanya masih dalam proses penerjemahan :) Ayo Mbak Donna! Semangat! *nggak jelas*


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...