Friday, June 29, 2012

Jane


Judul : Jane
Author : April Lindner
ISBN : 0316084204 (ISBN13: 9780316084208)
Edisi : English, Hardcover (2010) by Little, Brown Books for Young Readers

Forced to drop out of an esteemed East Coast college after the sudden death of her parents, Jane Moore takes a nanny job at Thornfield Park, the estate of Nico Rathburn, a world-famous rock star on the brink of a huge comeback. Practical and independent, Jane reluctantly becomes entranced by her magnetic and brooding employer and finds herself in the midst of a forbidden romance.


But there’s a mystery at Thornfield, and Jane’s much-envied relationship with Nico is soon tested by an agonizing secret from his past. Torn between her feelings for Nico and his fateful secret, Jane must decide: Does being true to herself mean giving up on true love?


An irresistible romance interwoven with a darkly engrossing mystery, this contemporary retelling of the beloved classic Jane Eyre promises to enchant a new generation of readers.-Goodreads

Pertama kali aku melihat buku ini, sekilas, aku berpikir, well, baiklah. Kayaknya menarik dan juga bukan sejenis supernatural atau preternatural. Sebenarnya aku belum pernah baca Jane Eyre karena aku nggak bener-bener ngefans sama karya-karya sastra klasik. Di beberapa review yang kubaca sebelum ngebaca buku ini, ada yang bilang kalau Jane mirip sama Jane Eyre. Jadi ya, okelah. Aku bisa baca Jane Eyre tanpa dibebani bahasa 'berat'. Jane nggak kayak buku lain yang pernah kubaca, dalam artian bagus dan jelek. Dan karena aku nggak tahu Jane Eyre ceritanya gimana, aku jadi nggak bisa ngebandingin Jane sama Jane Eyre.

Jane Moore berusia sembilan belas tahun dan memutuskan berhenti kuliah karena ortunya meninggal dan kakak-kakaknya juga brengsek. Jane pintar, baik hati, agak pemalu, dan dia juga orangnya insecure. Ibunya selalu membandingkan dia dengan Jenna, kakaknya, yang seorang beauty queen dan juga secantik model. Ibunya bilang kalau Jane itu biasa dan juga kemampuan bersosialisasinya kurang. Karena itulah, Jane kadang nggak PD sama dirinya sendiri.

Nico Rathburn adalah superstar rock n' roll dengan masa lalu yang kacau (anyway, ini membuatku berpikir kenapa hero alias jagoan cowok di buku-buku yang kubaca punya masa lalu jelek). Karirnya agak naik turun, kehidupan cintanya lebih bergelombang daripada jalanan rusak di deket rumahku, dan kepribadiannya juga agak membingungkan. Dia tinggal di Thornfield Park yang lokasinya agak tersembunyi di Connecticut, jauh-jauh dari intaian kamera paparazzi yang selalu mengikutinya. Dia punya anak perempuan bernama Maddy, anaknya dengan seorang penyanyi Prancis. Nico digambarkan sebagai cowok yang ganteng, menarik, dan juga kaya raya. Menurutku ya tipikal banget, apalagi dengan titelnya sebagai penyanyi dan rockstar. Aku suka sama Nico karena dia romantis dan manis banget saat mencoba menujukkan perasaannya pada Jane.

Anyway, Jane depresi setelah putus kuliah. Dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pengasuh Maddy dan tinggal di Thornfield Park. Nico jarang pulang karena entah lagi tur, pengambilan gambar, etc. Tapi ketika Nico pulang, Nico selalu menunjukkan (atau berusaha menunjukkan) perhatiannya pada Jane. Karena Jane orangnya begitu (terlalu sadar diri, nggak PD, ditambah dengan insecurity yang bikin aku pengen nabok dia) Jane berusaha menjauh dari Nico. Umm, kinda funny, sebenarnya. Nico selalu berusaha mendekati Jane. Jane, yang mulai jatuh cinta sama majikannya ini menjauh karena merasa dia nggak pantes buat Nico dan selalu meragukan niat Nico. Tapi karena kejadian ini terus berulang-ulang aku jadi mangkel dan capek waktu bacanya.

Masalahnya adalah, hero semacam Nico pasti punya skeleton in his closet (apa ini frasa yang benar? I think so), dan dia punya cukup banyak rahasia. Ketika Jane mengetahuinya, rahasia-rahasia itu bakalan menghancurkan Jane.

Menurutku, Jane itu sebenarnya cantik. Aku simpatik sama dia. Karena terlalu sering dibandingkan dengan kakaknya yang seorang airhead dari atas ke bawah, Jane jadi ngerasa insecure. Huh. Padahal kalau seandainya kakakku kayak Jenna, I'll kick her skinny ass. Ibunya juga nggak pernah berusaha membangun kepercayaan diri Jane. Aku bener-bener jijik sama keluarga Jane (kecuali ayahnya, mungkin). Yang bikin aku simpatik lagi adalah kisahnya sama Nico. Ya ampun, Tuhanku, kasian banget. Umurnya masih sembilan belas (nyaris sama kayak umurku) tapi dramanya itu lho. Serius. Too much drama. Kayak dia belum cukup nggak beruntung aja. Kayak udah jatuh, ketimpa tangga pula. Aku jadi punya kesan ini buku kayak sinetron-sinetron ratusan episode model Indonesia--konflik dan polanya itu, bukan episodenya. Lebih cocok dijadikan sinetron ketimbang buku. Menurutku terlalu berat. Rasanya kayak lagi nonton drama Indonesia di paruh terakhir buku. I didn't really like where the story headed.

Kenapa aku bilang buku ini beda, bagus dan jeleknya? Well, kata-kata dan juga line-nya menarik serta manis. Temanya biasa, umum, tapi entah kenapa terasa beda. Karakternya lumayan juga, padahal baik Jane maupun Nico itu tipe tokoh yang umum dan sering muncul. Oke, aku suka buku ini dan Jane Moore, tapi nggak secara menggebu-gebu kayak cintaku pada Mercedes Thompson atau Elena Deveraux. Aku suka bagian-bagian menyentuh hati di buku ini. Secara keseluruhan, ini buku yang bagus, hanya saja kalau kalian nggak suka dengan drama bertele-tele dan berbelit-belit, aku nggak merekomendasikannya.

Rating
3 Out of 5



Friday, June 15, 2012

Fifty Shades of Grey - Soundtrack

Dari website resmi Fifty Shades Trilogy oleh E.L. James, www.eljamesauthor.com

Karena barusan aku posting review Fifty Shades Darker, aku jadi keinget kalau di website E.L. James ada list dari lagu-lagu alias soundtrack dari buku-bukunya. Lagu-lagu yang tercantum disini adalah lagu-lagu yang disebutkan di buku dan mungkin ada tambahan dari penulisnya sendiri.

Enjoy the list :)


Fifty Shades
of Grey
 
Soundtrack
Track NameArtistAlbum
Lakmé (Act I): Flower DuetAlain Lombard, Mady Mesple, Danielle Millet & Orchestre du Théâtre National de l'Opéra-Comique50 Classics for Beginners
Sex On FireKings of LeonOnly By the Night (Deluxe Version)
Adagio from Concerto No 3 in D Minor, BWV 974James RhodesNow Would All Freudians Please Stand Aside
MisfitAmy StudtFalse Smiles (New Version)
I'm On FireBruce SpringsteenBorn In the U.S.A.
The Lightning StrikeSnow PatrolA Hundred Million Suns
Heitor Villa-Lobos: Bachianas Brasilerias No. 5 for voice and 8 cellos: Aria (Cantilena)Ana María Martínez, Prague Philharmonia & Steven MercurioSoprano Songs and Arias: Ana Maria Martinez
WitchcraftFrank SinatraClassic Sinatra - His Great Performances, 1953-1960
La Traviata - PreludeItalian Wedding MusicItalian Wedding Music
ToxicBritney SpearsIn the Zone
The Blower's DaughterDamien RiceO (Deluxe Version)
Canon and Gigue in D Major: I. CanonEnglish Concert & Trevor PinnockPachelbel: Canon & Gigue
Spem in aliumHarry Christophers & The SixteenTallis: Spem in alium - Music for Monarchs and Magnates
24 Préludes, Op. 28, No. 4 in E Minor: LargoAlexandre TharaudChopin: Préludes, Op. 28
Listen to the playlist at www.youtube.com/eljamesauthor


Konten blog diatas adalah hasil copas dari blog Ms. James sendiri. Isi blognya adalah milik Ms. James dan bukan milikku, aku nggak menerima atau mendapatkan credit apapun atas pencantuman playlist ini. Playlist diatas hanya untuk keperluan berbagi kepada fans Fifty Shades Trilogy dan nggak dibuat-buat olehku. Silakan liat selengkapnya di http://www.eljamesauthor.com/music/fifty-shades-of-grey-soundtrack

Fifty Shades Darker (Fifty Shades #2)



Judul : Fifty Shades Darker (Fifty Shades #2)
Author : E.L. James
ISBN : 1612130585 (ISBN13: 9781612130583)
Edisi : English, Paperback (2011) by The Writer's Coffee Shop Publishing House

Daunted by the singular sexual tastes and dark secrets of the beautiful, tormented young entrepreneur Christian Grey, Anastasia Steele has broken off their relationship to start a new career with a Seattle publishing house.


But desire for Christian still dominates her every waking thought, and when he proposes a new arrangement, Anastasia cannot resist. They rekindle their searing sensual affair, and Anastasia learns more about the harrowing past of her damaged, driven and demanding Fifty Shades.


While Christian wrestles with his inner demons, Anastasia must confront the anger and envy of the women who came before her, and make the most important decision of her life.-Goodreads

Apa yang kuharapkan terbukti juga ternyata.

Meskipun pada awalnya aku nggak menaruh banyak minat pada Fifty Shades of Grey, aku lumayan penasaran juga buat nerusin seri itu. Banyak orang yang memasang review bagus buat serial ini, jadi aku memutuskan buat nyoba. Toh nggak akan ada ruginya, begitulah menurutku.

Setelah kejadian di Fifty Shades of Grey, Anastasia Steele mengakhiri hubungannya dengan Christian Grey yang baru aja dimulai. Agak menyedihkan memang, apalagi karena alasan mereka putus itu karena Anastasia merasa nggak bisa memenuhi harapan Christian. Masalahnya, meskipun mereka udah putus, Ana masih tetap mencintai Christian dan sadar kalau dia nggak suka jauh-jauh dari Christian.

Dari jalan ceritanya, emang udah bisa ditebak kalau Ana dan Christian akhirnya baikan lagi. Tapi masalah lain muncul: mantan sub-nya Christian menguntit Ana dan menerobos masuk ke apartemen Christian, kemudian bos Ana juga mulai flirting sama Ana. Ana juga pelan-pelan mengetahui masa lalu Christian, terutama hubungan Christian dengan perempuan yang membuat Christian jatuh ke gaya hidup BDSM. Dan kalau Ana benar-benar mencintai Christian, Ana harus bisa mengatasi rasa kecemburuannya, sikap si megalomania Christian yang overprotektif, dan juga perasaan tidakpantasnya. Aku pengen banget teriak, duh Ana, nggak bisa liat ya kalau Christian itu tergila-gila sama kamu?!

Anyway, aku semakin jatuh cinta sama Christian. Memang caranya 'melindungi' Ana agak berlebihan dan bisa dibilang keterlaluan. Dibalik kesuksesannya, ketampanannya, keluarganya yang sempurna, Christian masih secara emosional belum dewasa. Christian kelihatannya berjuang sekali buat berkompromi sama Ana agar dia nggak kehilangan Ana lagi. Sedangkan Ana bukan tipe heroine favoritku. Nggak ada komentar soal itu, sejak pertama kali aku udah nggak simpatik sama dia meskipun Ana juga sweet dan mau menerima Christian apa adanya.

Di akhir review buku pertama, aku berharap aku bisa naikin reviewku dari tiga bintang. Yah, Fifty Shades Darker deserves four stars. Buat ending dan juga kejutan nggak terduga di pertengahan buku.

Rating
4 Out of 5



Sunday, June 10, 2012

Permintaan Maaf

Sebelum aku membuat review-review baru di bulan Juni, aku mau minta maaf karena udah dua minggu aku nggak update blog.

Nggak ada alasan buat ketidak-update-an blogku, kecuali karena tahun ini aku harus berkutat dengan ujian masuk perguruan tinggi, dan bulan Mei-Juni-Juli adalah bulan-bulan sibuk buatku. Akibatnya, hampir semua akun punyaku (baik Goodreads, Blogspot, Facebook, Twitter, bahkan Gmail sendiri) jadi terabaikan. Kalaupun bisa online aku cuma bisa menyempatkan tiga puluh menit sebelum aku harus 'mengejar' jadwal belajarku berikutnya. Apalagi kalau aku baru aja tes seharian. Walaah, jam lima sore udah klenger deh.

Bagiku, membuat review itu harus dilakukan saat pikiran nggak teralihkan oleh hal-hal lain. Kalau aku bikin review dengan pikiran masih di Fisika, jelas aja reviewku nanti hasilnya jelek sekali. Sudah pernah ngalamin soalnya.

Pokoknya, mohon maklumi kalau tiga bulan ini aku nggak banyak ngereview. Kepala yang masih ada di SNMPTN kayaknya nggak bagus kalau diajak ngereview buku-buku bagus (yang tetap kubaca akhir-akhir ini). Tapi aku janji di bulan Juli (karena liburan puasa) aku bakalan ngereview  buku-buku yang saat ini nggak sempat kureview.

Wish me luck! :D

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...