Monday, January 30, 2012

Clockwork Angel (The Infernal Devices #1)


Judul : Clockwork Angel (The Infernal Devices #1)
Author : Cassandra Clare

Magic is dangerous--but love is more dangerous still.

When sixteen-year-old Tessa Gray crosses the ocean to find her brother, her destination is England, the time is the reign of Queen Victoria, and something terrifying is waiting for her in London's Downworld, where vampires, warlocks and other supernatural folk stalk the gaslit streets. Only the Shadowhunters, warriors dedicated to ridding the world of demons, keep order amidst the chaos.

Kidnapped by the mysterious Dark Sisters, members of a secret organization called The Pandemonium Club, Tessa soon learns that she herself is a Downworlder with a rare ability: the power to transform, at will, into another person. What's more, the Magister, the shadowy figure who runs the Club, will stop at nothing to claim Tessa's power for his own.

Friendless and hunted, Tessa takes refuge with the Shadowhunters of the London Institute, who swear to find her brother if she will use her power to help them. She soon finds herself fascinated by--and torn between--two best friends: James, whose fragile beauty hides a deadly secret, and blue-eyed Will, whose caustic wit and volatile moods keep everyone in his life at arm's length...everyone, that is, but Tessa. As their search draws them deep into the heart of an arcane plot that threatens to destroy the Shadowhunters, Tessa realizes that she may need to choose between saving her brother and helping her new friends save the world...and that love may be the most dangerous magic of all
-Goodreads

Setting era Victorian (alias abad ke-19 waktu Ratu Victoria berkuasa) sebelumnya nggak pernah membuatku tertarik. Meskipun pada zaman itu katanya adalah zaman yang menarik dan penuh sejarah, genre steampunk belum pernah masuk ke daftar bacaanku, kecuali mungkin untuk buku-buku Sherlock Holmes. Bahkan genre-genre HR (historical romance) juga jarang kubaca.

But there's always been the first time for everything

Aku tahu Cassandra Clare akan menuliskan prequel dari seri sebelumnya, The Mortal Instruments. Seri ini adalah seri pertama mengenai malaikat yang kubaca, dan benar-benar membuatku terkesan. Meskipun adegan serunya kurang karena sepanjang cerita kita hanya diajak 'jalan-jalan' keliling London dan menginvestigasi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan konflik cerita, tapi aku rasa buku ini layak untuk dikoleksi. Mungkin karena jagoan ceweknya sendiri, Tessa Gray, tidak benar-benar bisa bertarung seperti Clary Fray.

Sementara itu dari segi jagoan cowoknya. Whoa. William Herondale dan James Carstairs menggeser kedudukan Jace Herondale-Lightwood. Sama-sama sedang memerangi personal demons mereka, James dan Will bisa dibilang mirip Jace dan Alec dalam versi sedikit berbeda. Begitu juga Jessamine, Isabelle versi manja.

Yang agak bikin nggak nahan adalah bahasanya yang sedikit berat karena disesuaikan dengan bahasa Inggris lama. Agak membingungkan, terutama untuk orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tapi selain itu, Clockwork Angel diceritakan dengan apik, rapi, dan jujur saja, lebih kusukai dibandingkan The Mortal Instruments.




Friday, January 27, 2012

Overbite (Insatiable #2)


Title : Overbite (Insatiable #2)
Author : Meg Cabot

Meena Harper has a special gift, but it's only now that anyone's ever appreciated it. The Palatine Guard — a powerful secret demon-hunting unit of the Vatican — has hired her to work at their new branch in Lower Manhattan. With Meena's ability to predict how everyone she meets will die, the Palatine finally has a chance against the undead.
Sure, her ex-boyfriend was Lucien Antonescu, son of Dracula, the prince of darkness. But that was before he (and their relationship) went up in flames. Now Meena's sworn off vampires for good ... at least until she can prove her theory that just because they've lost their souls doesn't mean demons have lost the ability to love.
Meena knows convincing her co-workers — including her partner, ├╝ber-demon-hunter Alaric Wulf — that vampires can be redeemed won't be easy ... especially when a deadly new threat seems to be endangering not just lives of the Palatine, but Meena's friends and family as well.
But Meena isn't the Palatine's only hope. Father Henrique — aka Padre Caliente — New York City's youngest, most charming priest, has also been assigned to the case.
So why doesn't Meena — or Alaric — trust him?
As she begins unraveling the truth, Meena finds her loyalties tested, her true feelings laid bare ... and temptations she never even imagined existed, but finds impossible to resist.
This time, Meena may finally have bitten off more than she can chew.
-Goodreads

Totally my favorite EVER!! Sudah lama banget aku penasaran sama buku kedua seri Insatiable ini, dan akhirnya, Meg Cabot menjawab doa-doaku.

Sudah enam bulan sejak pertemuan terakhir Meena Harper dengan kekasihnya, sang Pangeran Kegelapan, Lucien Antonescu. Bukan berarti Lucien tidak berada di sekitar Meena. Tapi karena Meena sekarang bekerja dengan Palatine Guard--dan juga dengan si pemburu ganteng terseksi abad ini Alaric Wulf;oh, My, he's such an eye candy with those blond hair and blue eyes--Lucien jelas tidak bisa mendekati Meena dengan mudah.

Tapi teror di Manhattan terus berlanjut. Turis menghilang di Manhattan. Vatikan ingin menangkap Lucien. Vatikan kemudian mengatur rencana penangkapan Lucien, yang melibatkan Meena dan juga teror lain yang lebih dashyat.

Aku menyukai perkembangan hubungan Meena dan Alaric, karena sejak Insatiable, aku mendukung Alaric sepenuhnya. Alaric yang tumpul dan Meena yang terlalu buta membuat ceritanya semakin seru. Apalagi ketika Alaric menyatakan akan keluar dari Palatine dan Meena kalang kabut tapi terlalu gengsi buat nyatain perasaannya.

Sebagai sekuel, buku ini benar-benar hebat. Jarang ada serial yang membuatku puas di akhir ceritanya, tapi Insatiable dan Overbite menunjukkan mereka pantas menjadi best-seller. Nggak rugi 14 dolar buat beli buku ini :)



Thursday, January 26, 2012

Abandon (Abandon #1)


Title : Abandon (Abandon Trilogy #1)
Author : Meg Cabot

New from #1 New York Times bestselling author Meg Cabot, a dark, fantastical story about this world . . . and the underworld.

Though she tries returning to the life she knew before the accident, Pierce can't help but feel at once a part of this world, and apart from it. Yet she's never alone . . . because someone is always watching her. Escape from the realm of the dead is impossible when someone there wants you back.

But now she's moved to a new town. Maybe at her new school, she can start fresh. Maybe she can stop feeling so afraid.

Only she can't. Because even here, he finds her. That's how desperately he wants her back. She knows he's no guardian angel, and his dark world isn't exactly heaven, yet she can't stay away . . . especially since he always appears when she least expects it, but exactly when she needs him most.

But if she lets herself fall any further, she may just find herself back in the one place she most fears: the Underworld
-Goodreads

Meg Cabot bener-bener bikin terkesima, karena kali ini, dia nggak bikin cerita vampir (Insatiable, Overbite), penyihir (Jinx), atau mediator (Shadowland). Kali ini dia bikin tentang mitologi Persephone dan Hades. Kenal kan, ratu Dunia Bawah yang diculik oleh sang Dewa Dunia Bawah Hades? Meg Cabot sekarang bikin versi modernnya. Tetap saja, dengan aroma dan bumbu ala novel YA.

Pierce Oliviera mati di usia lima belas. Yah, dia akhirnya kembali karena John Hayden, penguasa Dunia Bawah, cowok yang dia temui delapan tahun sebelumnya di pemakaman Isla Huesos, membawanya ke istananya. Karena Pierce nggak mau mati, Pierce menolak tinggal dengan John di Dunia Bawah, dan dia berhasil kabur. Dia kembali, tapi dengan konsekuensi yang harus tetap dihadapinya di dunia manusia. Dia jadi dianggap anak 'bermasalah' di sekolahnya, dikirim ke terapis, dan akhirnya kedua orangtuanya bercerai karena ibu Pierce menganggap ayahnya bersalah karena membiarkan Pierce mati.

Pierce pindah ke pulau Isla Huesos di Florida, dimana dia akhirnya masuk ke sekolah baru. Meskipun gosip mengenai masalahnya di sekolah lama ternyata juga beredar di sekolah barunya, Pierce toh nggak peduli. Dia berharap dengan pindah ke Isla Huesos dia nggak perlu ketemu sama John. Ternyata keberuntungannya nggak bertahan lama. Karena John tetap menemukannya. Sialnya, Dunia Bawah yang dikuasai John malah ada di bawah pulau Isla Huesos. Cowok itu bahkan punya satu malam perayaan yang didedikasikan khusus buatnya. Pierce nggak suka ketemu John, karena tiap kali dia ketemu John, John bakalan mengacau dan Pierce-lah yang harus membereskan kekacauan yang dibuat John.

Sementara itu, makhluk-makhluk Dunia Bawah (Furies, buat yang pernah baca Percy Jackson, sebagai semacam sipir di Dunia Bawah) percaya kalau dengan adanya Pierce di Dunia Bawah, John bakalan bahagia dan John bakalan bisa 'konsentrasi' mengurusi Dunia Bawah dia. Furies mengejar Pierce, dan Pierce nggak tahu apakah dia harus menerima perlindungan John atau menghadapi mereka sendirian.

Aduh, gila. Buku ini bener-bener amazing! Empat jempol buat Tante Cabot. Tante bener-bener bisa bikin suatu mitos kuno jadi berbau modern dan sama sekali nggak kehilangan sentuhan dark-nya. Pierce, meskipun dia tipikal cewek-cewek kreasi Meg Cabot, ternyata pendiam dan nggak banyak omong, bahkan tertutup sama ibunya sendiri (bandingin aja sama Suze Simon, yang mulutnya bener-bener bawa masalah buat dia). John juga nggak ngebantu, karena dia SAMA SEKALI NGGAK KOMUNIKATIF. Pierce pendiem, John juga bukan tipe cowok yang banyak omong dan bikin Pierce makin salah paham. Mungkin pengaruh dari masa lalu John kali ya--John dulunya adalah manusia yang matinya tragis. Pokoknya, John, nggak keliatan seperti cowok-cowok tipikal buatan Meg Cabot (Cooper Cartwright, Jesse de Silva, Alaric Wulf, de-el-el).

Di setiap awal chapter, Meg Cabot mengutip beberapa canto dari Inferno-nya Dante Alighieri (astaga, dalam sebulan aku baca dua buku yang ada Dantenya). Ada referensi sejarahnya juga kok. Buku ini lengkap--mulai dari sejarah, mitos, sampe sastra.

Ini cover jacket Abandon yang ada di edisi paperback yang kubeli di Amazon.


Sedangkan ini untuk buku kedua Abandon Trilogy, Underworld. Dan untuk catatan, Underworld belum diterbitkan.


Di sini adalah book trailer dari Scholastic Teen. Enjoy







The Goddess Test (The Goddest Test #1)


Title : The Goddess Test (The Goddess Test #1)
Author : Aimee Carter

It's always been just Kate and her mom—and her mother is dying. Her last wish? To move back to her childhood home. So Kate's going to start at a new school with no friends, no other family and the fear her mother won't live past the fall.
Then she meets Henry. Dark. Tortured. And mesmerizing. He claims to be Hades, god of the Underworld—and if she accepts his bargain, he'll keep her mother alive while Kate tries to pass seven tests.

Kate is sure he's crazy—until she sees him bring a girl back from the dead. Now saving her mother seems crazily possible. If she succeeds, she'll become Henry's future bride, and a goddess.
- Goodreads


Mitologi Yunani--lagi. Meskipun agak beda sama Percy Jackson and The Olympians, atau sama Abandon, tapi intinya tetap mitologi Yunani.
Aku baca buku ini setelah direkomendasikan oleh Goodreads karena aku habis bikin review Abandon. Ternyata keren juga, meskipun aku agak kaget waktu baca ceritanya. Image yang kudapat dari buku ini nggak begitu cocok dengan apa yang kubayangkan dan ada beberapa kebingungan karena aku udah terlanjur kenal mitologi ala Percy Jackson.

Ceritanya tentang seorang cewek yang bernama Katherine Winters. Sejak empat tahun lalu, ibunya, Diana Winters, sakit kanker. Kate mendampingi ibunya yang menjalani pengobatan, tapi tetap saja Diana tidak bisa disembuhkan. Karena putus asa dan dokter memvonis ibunya tidak akan bertahan lama, Kate membawa ibunya ke Eden, Michigan, kota kelahiran ibunya, atas permintaan ibunya. Kota itu kecil, tapi demi menghabiskan waktu bersama ibunya--yang makin sedikit--Kate rela meninggalkan New York. Dia ketemu James di sekolah barunya, cowok yang akhirnya malah jadi sahabatnya. Kate kemudian meminta Sofia, seorang perawat lokal, sebagai perawat ibunya ketika dia sekolah. Sialnya, di sekolah barunya, seorang cowok bernama Dylan--tipe cowok cakep tipikal atlet lah pokoknya--malah ngeliatin dia, bikin pacarnya, Ava, mangkel sama Kate. Ava kemudian memutuskan untuk ngejailin Kate, sayangnya Ava malah mati.

Disinilah peran si Henry, hero utama buku ini. Henry ngebalikin Ava, dengan catatan Kate harus melakukan apa yang dulu pernah dilakukan Persephone. Kate akhirnya tahu, sebagai perjanjian dengan Hades, Persephone tinggal di istana Hades enam bulan dalam setahun. Karena Kate nggak mau tinggal dengan Henry selama enam bulan setiap tahunnya, Henry mengambil kembali Ava--alias membawanya kembali ke alam kematian. Kate ngerasa bersalah karena dia merasa kalau dia nggak menolak Ava nggak akan mati, dan dia akhirnya mendatangi Henry, memohon supaya Henry ngebalikin Ava lagi. Kate setuju melakukan apa saja, tapi Henry malah menawarkan waktu bagi Kate karena dia nggak bisa mengembalikan Ava. Waktu agar Kate bisa bersama dengan ibunya lebih lama.

Tugas Kate adalah lolos dalam tujuh tes yang disiapkan oleh para Dewan--tiga belas dewa-dewi Olympia. Ternyata, Henry sendiri adalah Hades, raja Dunia Bawah. Henry ingin mencari wanita pengganti Persephone, yang mati ratusan tahun lalu karena melepaskan kekuatan dewinya untuk seorang manusia fana. Kate tinggal di istana Henry sambil mempersiapkan tes yang akan diujikan para Dewa. Kate lama-lama bersimpati sama Henry, dan dia malah akhirnya jatuh cinta pada cowok itu.

Kate adalah cewek yang kuat dan meskipun agak sinis, dia baik hati. Dia sebenarnya menyayangi Ava, dan jadi bersahabat dengan cewek itu. Meskipun aku menjadi dapat kesan kalau Kate kena heroine complex. Kalo dibandingin dengan Abandon (Meg Cabot), Kate dan Pierce jauh berbeda. Henry terlibat dengan Kate karena Henry menyelamatkan Ava. John terlibat dengan Pierce karena menyelamatkan Pierce sendiri.

Perbedaan lainnya adalah mengenai identitas Henry dan John Hayden. John menjaga salah satu Dunia Bawah. Dia bukan Hades, karena Dunia Bawah punya banyak sekali tempat, dan John hanya menguasai salah satunya. Tapi Henry diceritakan adalah nama modern Hades, dan dunia bawah yang dia kuasai memang Dunia Bawah yang diceritakan di mitologi-mitologi.
Masalah Henry adalah, karena kematian Persephone, istrinya, dia semakin melemah. Para Dewa-Dewi Olympia mengadakan ujian buat calon-calon Ratu Dunia Bawah, calon untuk istri Henry. Mereka tidak mau kekuatan Henry melemah karena tidak adanya pendamping. Belasan gadis lain tewas sebelum mencoba, dan Kate adalah harapan terakhir Henry. Henry bakalan memudar kalau dia nggak jadi dewa lagi. Henry udah cukup merana akibat kematian Persephone, belum lagi dengan kematian gadis-gadis lain yang mencoba menjadi istrinya. Meskipun dia adalah Hades, tapi Henry jelas seorang gentleman sejati dan memiliki hati pria biasa. Unsur kejutan di buku ini adalah sosok asli para Dewa-Dewi Olympia, dan ujian buat Kate yang biasa banget dan nggak terduga. Sayangnya, malah nggak nyambung dengan inti ujiannya. Maaf, tapi Seven Deadly Sins (Tujuh Dosa Mematikan)? Apa hubungannya dengan mitologi Yunani?

Yang mengganggu dari buku ini hanyalah ujian yang harus dilewati Kate. Selain itu, nggak ada komplain. Cukup layak dibaca, dan kudengar buku ini adalah debut dari Aimee Carter. Semoga saja, di buku keduanya, The Goddess Interupted, aku bisa menikmatinya.

Notes: dalam review di Goodreads, aku menyertakan spoiler.




Wednesday, January 18, 2012

Insatiable (Insatiable #1)


Title : Insatiable (Insatiable #1)
Author : Meg Cabot

Sick of vampires? So is Meena Harper.
But her boss is making her write about them anyway, even though Meena doesn’t believe in them.
Not that Meena isn’t familiar with the supernatural. See, Meena Harper knows how you’re going to die (not that you’re going to believe her; no one ever does).
But not even Meena’s precognition can prepare her for what happens when she meets—then makes the mistake of falling in love with—Lucien Antonescu, a modern-day prince with a bit of a dark side . . . a dark side a lot of people, like an ancient society of vampire-hunters, would prefer to see him dead for.
The problem is, he already is dead. Maybe that’s why he’s the first guy Meena’s ever met that she could see herself having a future with. See, while Meena’s always been able to see everyone else’s future, she’s never been able look into her own.
And while Lucien seems like everything Meena has ever dreamed of in a boyfriend, he might turn out to be more like a nightmare.
Now might be a good time for Meena to start learning to predict her own future . . .
If she even has one.
-Goodreads

Meg Cabot kembali bikin aku kagum sama cerita yang nggak biasa tapi 'ngena' banget dan modern. Covernya keren abis, dan breathtaking banget waktu bacanya. Sewaktu aku lihat review yang diterima Meg Cabot dari GR, I decided this book worth a shot.

Meena Harper adalah penulis naskah buat opera sabun Insatiable, dan dia diminta menulis tentang vampir. Meena sendiri bisa melihat bagaimana seseorang bisa mati. Agak creepy dan Meena juga nggak menyukai bakatnya itu. Suatu hari, di acara makan malam tetangganya, Meena ketemu sama Lucien Antonescu. Meena nggak sadar Lucien adalah vampir, dan bukan vampir biasa, Lucien adalah sang Pangeran Kegelapan sendiri. Meena dan Lucien akhirnya saling jatuh cinta. Lucien sendiri berada di Manhattan berkaitan dengan pembunuhan yang terjadi di Manhattan, percaya pelakunya adalah vampir. Sebagai Pangeran, sudah tugasnya untuk membereskan kekacauan.

Alaric Wulf lalu memasuki kehidupan Meena, dengan memberitahu Meena Lucien adalah vampir. Alaric sendiri anggota Palatine Guard--pasukan elit Vatikan yang bertugas membasmi vampir. Alaric juga jatuh cinta sama Meena. Bedanya dengan serial-serial lain, Meena nggak terlalu merasa 'tercabik' diantara dua pria, karena dia sendiri agak mangkel sama Lucien yang ternyata seorang vampir, dan Alaric, meskipun tergolong eye candy dan guanteng buanget buat ukuran hunter, dia nyebelin, nyelekit, dan bikin Meena lebih kesel lagi.

Meg Cabot berhasil menyuguhkan cerita berbeda mengenai vampir--sukses dan enam jempol buat Tante Cabot. Referensi mengenai buku-buku vampir masa kini--kayak Sookie Stackhouse Dead Until Dark--juga ada. Tokoh Meena digambarkan kuat dan juga independen. Seperti biasanya, Tante Cabot membuat tema yang nggak biasa dan juga menarik buat dibaca. Ceritanya, meskipun selalu pake point of view orang ketiga, tapi diceritakan baik dari sisi Meena, Lucien, bahkan Alaric. Apa yang sebenernya terjadi pada Alaric, pertentangan batin Meena.



Saturday, January 14, 2012

Enforcer (Cascadia Pack #1)


Title: Enforcer (Cascadia Pack #1)
Author: Lauren Dane
Date Read: December 30, 2011

Nina Reyes is a just barely reformed grifter who has left her past and her criminal record behind. That is until her brother shows up on her doorstep with some rogue werewolves out to kill him.
Nina gets further drawn into the web of intrigue when Lex Warden, Cascadia Pack's Enforcer, comes to her for help and she ends up needing his protection.
There are missing viral agents, the werewolf mafia, death threats, arson and a whole lot of scorching sex and acerbic wit between them.
Welcome to the Northwest and Cascadia Pack.
-Goodreads

Lex (Alexander) Warden is the Enforcer, the Beta of the Pack, while his brother Cade is the Alpha. Nina Reyes, a Latina (or maybe half, since she hints a little) has a brother. Gabriel is in deep shit whit the Cascadia Pack, because the Pack believes he knows something about murders and Pack's dirty secrets. Gabriel runs for hide, and leaves Nina to clean up his mess.

As the Enforcer, it's Lex's duty to find Gabriel and questions him. He doesn't know that Nina, Gabriel's fierce older sister, will stir his beast and his lust. When Nina and Gabriel are attacked, it's also Lex's duty to keep them safe.

Nina Reyes is no ordinary heroine. She's sharp, fierce, and like other heroines from PNR, she also holds secrets from her past. She depends on herself, so it's not easy for her to trust anyone. She takes care of Gabriel, so it flipped her off when the Pack turned Gabriel into one of them. What makes me awed is she's a well-known hacker. Woohooo! You go, girl!

Lex Warden, although he's ridiculously handsome and hard (his muscles, I mean) as rock, he doesn't know how to treat ladies properly.
And about the mating bound here, it's my first time ever to read tri-bond. That means, Nina has to boink Lex and his brother to keep her sanity. Ouch.

My impression's pretty clear: Lauren Dane knows how to write PNR *sighs*, but it's better if she just write romances. I mean, PNRs are okay for her, but I think I like her romances better. Just an impression.


Friday, January 13, 2012

If I Stay (If I Stay #1)


Title : If I Stay (If I Stay #1)
Edition: Indonesian - Jika Aku Tetap Di Sini (Gramedia Pustaka Utama, 2010)
Author : Gayle Forman


Mia memiliki segalanya: keluarga yang menyayanginya, kekasih yang memujanya, dan masa depan cerah penuh musik dan pilihan. Kemudian, dalam sekejap, semua itu terenggut darinya.

Terjebak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tidak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya---keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya.

"Amat sangat menyentuh." --Publishers Weekly, starred review

"Brutal sekaligus indah." --School Library Journal, starred review
- Goodreads

Waktu jalan-jalan ke Toga Mas, aku sengaja menghindari bagian novel-novel berat--you know what I mean--karena ingin mencari buku ‘ringan’, habisnya aku baru kena terjang ujian fisika. Saat berputar-putar di bagian buku baru, novel ini menarik perhatianku. Covernya menarik—bangku yang ditutupi salju. Judulnya pun membangkitkan rasa penasaran, dan saat membaca sinopsisnya, aku merasa buku ini layak dikoleksi.

Walaupun saat itu aku sudah memegang empat novel, rasa penasaran menang dan menjebol dompet lebih dalam. Untungnya, buku ini tidak mengecewakan.

Sejak awal, cerita mengalir dengan lancar. Di beberapa adegan, air mataku sukses mengucur, bahkan sampai membuatku terisak keras. Pertentangan batin yang dialami Mia cukup berat dan mengharukan. Cara Mia mendeskripsikan keluarganya, cara Mia mendeskripsikan kesedihannya. Kenangan dan flashback sesekali membuatku tertawa, sesekali menangis. Bahwa hidup Mia bahagia juga membuat cerita ini lebih menarik—banyak novel sejenis yang tokoh utamanya tidak bahagia dan cenderung sinis pada keluarganya. Ceritanya juga tidak klise dan singkat. Mia digambarkan memiliki kehidupan sempurna dan hangat, dan berhasil menciptakan kesan bahwa Mia tidak berhak—tidak layak—kehilangan keluarganya. Dalam sehari saja, kehidupan Mia jungkir balik.

Lalu keluarga Mia yang lain—kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu—sangat mendukung Mia dan ingin sekali Mia pulih. Pacar Mia, Adam Wilde(oh, ya, Adam punya point of view-nya sendiri lho, di Where She Went), juga menunjukkan cintanya yang tulus dan tidak sekedar cinta yang dangkal. Kim adalah sahabat yang sempurna, yang makin membuat cerita ini menarik dan tidak menjengkelkan.

Banyak pesan moral yang bisa diambil dari novel ini. Bahwa hidup bisa saja berbalik. Mia yang tadinya bahagia, pada pagi hari masih bercanda dengan ayahnya, dua jam kemudian Mia sebatang kara. Bahwa kita tidak boleh menyerah. Bahwa walaupun hidup terkesan tidak adil, tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja, dan hidup layak diperjuangkan.

Anyway, sebagai selingan dari sederetan buku-buku fantasi dan sci-fi, buku ini sangat memuaskan dan sangat direkomendasikan. Terkesan ringan, tapi sangat menyentuh, indah, dan mengharukan.



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...